
Ayah kandung bocah berinisial ZRS, 11, yang dirantai dan dipaksa mengemis oleh ayah tiri dan ibu kandungnya saat di Mapolresta Padang, Jumat (12/1).
JawaPos.com - Pihak Kepolisian bergerak cepat dalam menangai kasus dugaan eksploitasi yang dialami bocah berinisial ZRS, 11, oleh ayah tirinya. Tak butuh waktu lama, pihak Kepolisian menemukan ayah kandung korban yang diketahui bernama Dekmoris, 43.
Demokris yang telah berpisah dengan ibu korban sejak 4 tahun lebih itu merasa tak percaya dan terpukul menyaksikan keadaan anaknya. Sedikitpun ia tak menyangka anak pertamanya diberlakukan tidak manusiawi oleh ayah tiri dan mantan istrinya.
"Terakhir saya lihat kondisinya baik-baik saja. Biasanya, kalau ingin bertemu saya, dia datang sendiri ke rumah. Pekan lalu dia bertemu saya," kata Dekmoris yang juga tinggal di Kota Padang, Jumat (12/1).
Dengan mata berkaca-kaca, Dekmoris menceritakan, jika ia sudah lama bercerai. Perpisahan itu menyepakati, masing-masing dari mereka merawat satu anak. Ia merawat anak kedua dan istrinya merawat anak pertama. "Tapi, sejak cerai saya tidak tahu lagi mereka tinggal dimana," bebernya.
Atas kondisi itu, Dekmoris berencana membawa pulang dan mengasuh anak kandungnya itu. Namun, sebelum diserahkan pada keluarga kandung, pihak kepolisian terus berupaya mencari lokasi kediaman ayah tiri dan ibu kandung korban ZRS.
Begitu juga menurut ketua Devisi pelayanan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Limpapeh Rumah Gadang Sumbar Erdawati. Pihaknya mengaku, akan melakukan asesment terlebih dahulu. Jika telah memungkinkan, bocah tersebut baru bisa dipulangkan kepada keluarga yang merupakan ayah kandung ZRS.
"Tapi, tetap kita awasi. Sebab, anak ini menyandang status sosial komplit. Mulai dari tidak sekolah, orangtua bercerai. Ini harus asesment jelas, nanti kita diskusikan mana yang tepat. Yang jelas sekolahnya harus diurus kembali," sebut Erdawati.
Asesment dimaksud adalah mencari tempat yang aman dan nyaman kemana anak itu akan tinggal. Apabila ayah kandungnya tidak mau mengasuh, pihaknya akan berkoordinasi dengan pekerja sosial dan di sana juga akan ada panti asuhan.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Padang Kompol Daeng Rahman mengatakan, kini Polresta Padang masih terus berupaya mencari tahu alamat rumah ayah tiri dan ibu kandung bocah malang tersebut. Mereka menyimpulkan adanya indikasi pengekangan hak anak.
Meski belum mendapat alamat pasti ayah tiri dan ibu kandung ZRS, pihaknya mengaku telah mengantongi identitas keduanya. "Nama orangtua Linda dan Lis alias Panjul. Kita akan bawa anak ini mencari alamat ibu kandung dan ayah tirinya itu. Sebab, anak tidak tahu alamat tapi ingat jalan ke rumahnya," terang Daeng.
Sebelumnya, bocah berinisial ZRS, 11, dengan kaki dirantai ditemukan minta tolong di asrama polisi Kawasan Lolong, kelurahan Flamboyan Baru, Kecamatan Padang Barat sekitar pukul 23.00 WIB, Kamis malam (11/1). ZRS ditumakan tepat di depan rumah Dirreskrimsus Polda Sumbar, Kombes Margiyanta.
Merasa prihatin Kombes Margiyanta membawa anak tersebut masuk ke rumah. Setelah mendengar ceritanya, Margiyanta menyerahkan anak tersebut ke Polsek Padang Barat.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
