
Unit PPA Satreskrim Polres Gresik telah melakukan mediasi terhadap pihak keluarga. Alhasil, bocah malang itu telah kembali ke ibu kandungnya ke Tasikmalaya. (Ludry Prayoga/Jawa Pos)
JawaPos.com - Polemik penelantaran anak 7 tahun berinisial R akhirnya menemukan kata damai. Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik telah melakukan mediasi terhadap pihak keluarga. Alhasil, bocah malang tersebut telah kembali ke ibu kandungnya di Tasikmalaya.
Kanit PPA Satreskrim Polres Gresik Ipda Hendri Hadiwoso menuturkan, pihaknya telah mempertemukan pihak keluarga. Baik pihak keluarga asal Tasikmalaya serta warga asal Kecamatan Cerme yang menjadi rumah singgah R selama 2 tahun terakhir. "Masing-masing pihak sepakat berdamai. Saat ini anak tersebut sudah dibawa oleh ibu kandungnya ke Tasikmalaya," bebernya.
Hendri menjelaskan, asal mula polemik hak asuh tersebut. Bermula saat kedua orang tua R berpisah pada 2023 silam. Yakni, ayahnya berinisial MI, 33; dan ibu kandungnya berinisial AM, 27. Mereka berasal dari Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya. "Anak R diasuh oleh ayahnya. Lalu pergi merantau ke Gresik," ucap Hendri.
Di Kota Pudak, bertemu dengan seorang wanita di Kecamatan Cerme. Ayahnya mulai menjalin hubungan dan berencana untuk menikah. Dalam masa itu, MI meminjam uang Rp 25 juta kepada kekasih barunya itu. Termasuk menitipkan R untuk mengasuh sementara waktu. "Dengan alasan untuk memperbaiki mobilnya yang rusak di Tasikmalaya. Rencananya mau dibawa ke Gresik," beber Hendri.
Rupanya, hal tersebut hanya modus belaka. Hingga dua tahun berselang, MI tak kunjung kembali untuk menjenguk anaknya. Meski demikian, wanita tersebut masih merawat dan mengasuh hingga menyekolahkannya. "Terungkap setelah petugas sensus melakukan pendataan penduduk," lanjut Hendri.
Hasil pemeriksaan, rupanya MI sudah menikah dengan wanita lain di Tasikmalaya. Pihak Dinsos pun berkoordinasi dengan Dinsos Tasikmalaya untuk mencari ibu kandung R. "Ditindaklanjuti mediasi bersama pihak Dinsos. Sehingga telah disepakati anak tersebut dirawat oleh ibu kandungnya," pungkas Hendri. (yog)

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
