
Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol Tri Agus Heru dan jajaran menunjukkan barang bukti saat rilis dTiga tersangka (ki-ka) Nurul Imam, Tri Yuwono, dan Budi Supriyanto
JawaPos.com - Jaringan peredaran gelap narkotika jenis sabu di wilayah Jawa Tengah terungkap. Empat orang tersangka diamankan, satu diantaranya ditembak mati karena berusaha melawan saat ditangkap.
Mereka yang saat ini diamankan adalah Nurul Imam, 29, warga Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, Tri Yuwono alias Kotil, 38, asli Padureso, Kabupaten Kebumen, dan Budi Supriyanto alias Mbochi, 37, warga Pekalongan Timur. Dan tersangka ditembak mati adalah Aryanto, 40, beralamat di Tegalreja, Cilacap Selatan.
Kepala Badan Penanggulangan Narkotika (BNN) Provinsi Jawa Tengah Brigjen Pol Tri Agus Heru menuturkan, para tersangka ditangkap terpisah. Awal pengungkapan kasus bermula dari ditangkapnya tersangka Imam di Semarang, Kamis (12/4) malam.
"Kita amankan di Stasiun Tawang saat turun dari Kereta Argo Anggrek jurusan Surabaya-Semarang," jelas Agus saat jumpa pers di kantornya, Selasa (17/4). Dikatakannya, tersangka memang baru saja pulang dari Surabaya usai mengambil pesanan narkotika.
"Dia ngaku dihampiri seseorang di sebuah warung di Surabaya sana. Tersangka sendiri sebenarnya hendak pulang ke Pekalongan dan menunggu perintah berikutnya, tapi keburu kita amankan," lanjut Agus.
Saat dilakukan penggeledahan terhadap barang bawaan tersangka, petugas menemukan sebuah kardus yang dilakban. Setelah dibuka, ternyata isinya adalah dua belas bungkus plastik berisi sabu dengan berat keseluruhan 1,2 kg.
Sewaktu tersangka hendak digiring masuk ke mobil, yang bersangkutan berupaya melarikan diri sehingga Tim BNNP Jateng melakukan tindakan tegas terukur dengan menembak di bagian kaki. "Karena tembakan peringatan tiga kali tidak digubris," katanya lagi.
Setelah dilakukan pemeriksaan dan pengembangan, tersangka rupa-rupanya diperintah tersangka Budi yang merupakan warga binaan di LP Pekalongan. Lewat pengakuan Imam, dirinya sudah tiga kali mendapat perintah dari Budi mengambil narkotika di Surabaya dalam kurun tiga bulan terakhir dengan upah Rp 7 juta. "Itu untuk sekali jalan," ungkap Imam.
Untuk Budi sendiri, menurut Agus, telah mendekam di LP Pekalongan sejak 2016 lalu karena kasus narkotika. Diakui Budi, dirinya menggerakan seluruh pergerakan kurirnya menggunakan telepon genggam.
Berdasarkan keterangan kedua tersangka, selanjutnya, pada hari Minggu (15/4), BNNP Jateng melakukan pengembangan ke Kebumen. Hingga pada pukul 21.10 WIB, Tim Direktorat Penindakan dan Pengejaran BNN sukses menciduk tersangka Tri di Jalan Slamet Riyadi No. 53, Prembun, Kebumen. Tepatnya di depan RS Prembun Kebumen.
"Yang satu ini kita amankan saat turun dari bus patas jurusan Purwokerto-Jogjakarta," imbuh Agus. Saat digeledah, tersangka kedapatan membawa sabu dengan total berat 2 kg tersimpan di dalam dua bungkus kemasan teh China warna hijau.
Dari hasil pemeriksaan, diketahui Tri merupakan kurir yang berangkat dari Jogjakarta ke Palembang menggunakan pesawat. Setelah berhasil mengambil narkotika di Palembang, tersangka kembali ke Jawa Tengah dengan berganti-ganti angkutan jalur darat.
Tri sendiri mengaku diiming-imingi uang sebanyak Rp 15 juta oleh Budi untuk melakukan tugas tersebut. "Tapi saya baru terima lima juta (rupiah)," akunya kepada wartawan.
Kronologi kemudian berlanjut ke hari Senin (16/4) dimana tim BNNP Jateng meminta tersangka Tri melanjutkan perannya sebagai kurir. Ditemuinyalah penerima atas nama Aryanto yang hendak mengambil sabu seberat 2 kg tadi.
"Tapi saat dilakukan pengembangan, tim yang seharusnya dibawa ke tempat penyimpanan sabu, AR (Aryanto) malah melawan dan melarikan diri. Kita beri tembakan peringatan, tidak digubris ya kita lakukan tindakan tegas terukur," imbuh Agus lagi. Tersangka Aryanto akhirnya tewas di tempat dan sudah dikembalikan ke keluarga.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
