Aipda Dianita Agustina. (Instagram @bimakini)
JawaPos.com - Kasus narkoba yang menjerat mantan kapolres Bima Kota, Didik Putra Kuncoro, turut menyeret istrinya yang bernama Miranti Afriana dan seorang polwan bernama Aipda Dianita Agustina. Bareskrim Polri membongkar peran kedua perempuan tersebut.
Menurut Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipid Narkoba) Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, keterlibatan mereka terungkap setelah Didik mengaku masih menyimpan barang bukti narkotika dan psikotropika dalam sebuah koper berwarna putih. Koper itu dititipkan kepada mantan anak buahnya, yakni Aipda Dianita.
”Aipda DA adalah personel dari Polres Metro Tangerang Selatan yang merupakan anggota dari AKBP DPK (Didik) pada tahun 2016 sampai dengan tahun 2017, tepatnya saat AKBP DPK menjabat sebagai kapolsek Serpong,” ungkap Eko dalam keterangan resmi yang dikutip pada Jumat (20/2).
Hubungan atasan dan bawahan itu kemudian berlanjut saat Didik pada 2029 lalu. Dianita tidak hanya bertugas sebagai anak buah, melainkan turut menjadi sopir Miranti. Pada 11 Februari lalu, Biro Paminal Divpropam Polri bersama dengan Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipid Narkoba) Bareskrim Polri melakukan penggeledahan di rumah Dianita di Tangerang, Banten.
”Ditemukan koper berwarna putih yang berisikan barang bukti berupa narkotika jenis sabu sebanyak 7 plastik klip dengan berat total 16,3 gram, narkotika jenis ekstasi sebanyak 49 butir dan 2 butir sisa pakai, pil aprazolam sebanyak 19 butir, pil happy five 2 butir, dan ketamine sebanyak 5 gram,” beber Eko.
Dari pemeriksaan terhadap Dianita, diketahui bahwa pada 6 Februari lalu Miranti diperintahkan oleh Didik untuk menghubungi Dianita. Lewat Miranti, Didik meminta Dianita mengamankan koper berwarna putih dari rumah pribadi Didik di Tangerang. Saat itu, dia mengaku sama sekali tidak curiga. Sehingga perintah itu langsung dilaksanakan.
”Alasan Aipda DA (Dianita) melaksanakan perintah tersebut dikarenakan Aipda DA menerima perintah dari saudari MA (Miranti). Selain itu, Aipda DA sadar akan adanya perbedaan jenjang kepangkatan antara AKBP DPK (Didik) dengan Aipda DA, sehingga Aipda DA tidak berani menolak perintah dan membuang koper tersebut karena ada ketakutan akan menghilangkan barang bukti,” jelas dia.
Kini Didik sudah dipecat oleh Polri. Dia bahkan terancam hukuman mati akibat perbuatan yang dilakukan di Bima Kota. Didik dijerat menggunakan beberapa pasal sekaligus dalam undang-undang (UU) narkotika. Yakni Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (2) atau Pasal 137 Huruf A UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
”Dengan ancaman pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling lama 20 (dua puluh) tahun dan atau pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah sepertiga atau pidana penjara paling lama 15 tahun dan atau pidana denda paling banyak kategori VII,” tegasnya

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
