
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Ade Safri Simanjuntak saat memberikan keterangan pers.
JawaPos.com - Pengungkapan kasus dugaan saham gorengan turut menyeret perusahaan pengelolaan investasi PT Minna Padi Asset Manajemen (MPAM). Saat ini penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri telah menetapkan 3 orang tersangka dalam kasus tersebut dan memblokir saham dengan nilai ratusan miliar rupiah.
Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Pol Ade Safri Simanjuntak menyampaikan, temuan proses penyidikan mendapati saham yang ditransaksikan oleh MPAM dijadikan underlying asset pada produk reksadana berasal dari pasar nego dan pasar reguler. Mereka menggunakan rekening akun milik reksadana dengan lawan transaksi pemegang saham MPAM berinisial ESO.
”Di mana saudara ESO ini merupakan pemegang saham di PT Minna Padi Aset Manajemen, juga pemegang saham di PT Minna Padi Investama, dan PT Sanurhasta Mitra,” kata Ade Safri kepada awak media dikutip Rabu (4/2).
Penyidikan tersebut juga mendapati fakta bahwa ESO dan rekan-rekannya menggunakan MPAM sebagai perusahaan manajer investasi untuk mengambil keuntungan. Caranya melakukan pembelian saham yang terafiliasi dengan ESO atau MPAM dalam bentuk reksadana dengan harga murah. Kemudian dijual kembali kepada reksadana MPAM lainnya dengan harga tinggi.
”Dalam penanganan perkara PT Minna Padi Aset Manajemen ini, penyidik telah melakukan upaya-upaya penyidikan, di antaranya telah melakukan pemeriksaan terhadap 44 orang saksi, melakukan pemeriksaan terhadap 1 orang ahli, juga melakukan pemeriksaan terhadap ahli pasar modal,” jelas dia.
Hasilnya, penyidik Bareskrim Polri menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. Pertama, tersangka berinisial DJ selaku Direktur Utama (Dirut) PT MPAM. Kedua, tersangka ESO sebagai pemegang saham PT MPAM, PT Minna Padi Investama maupun PT Sanurhasta Mitra. Ketiga, tersangka EL yang tidak lain adalah istri dari ESO.
”Jadi, ada 3 tersangka yang telah ditetapkan dalam penyidikan perkara a quo,” imbuhnya.
Jenderal bintang satu Polri itu pun menyampaikan bahwa pihaknya telah memblokir 14 sub-rekening efek milik PT MPAM dan afiliasinya. Diantaranya pemblokiran, 6 sub-rekening efek milik reksadana dengan jumlah aset saham kurang lebih mencapai Rp 467 Miliar. Dia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberi ruang terhadap segala bentuk praktik manipulasi pasar maupun kejahatan investasi.
”Penanganan perkara ini diharapkan menjadi efek jera bagi pelaku kejahatan keuangan, sekaligus memperkuat perlindungan investor serta menjaga stabilitas sektor jasa keuangan nasional,” tegasnya.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
