
Timothy Ronald. (Instagram @timothyronaldd)
JawaPos.com - Laporan kepolisian dengan terlapor atas nama Timothy Ronald terus bertambah. Terbaru seorang perempuan bernama Agnes Stefani membuat laporan ke Polda Metro Jaya atas dugaan pelanggaran Undang-Undang (UU) Perlindungan Konsumen. Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor LP/B/483/1/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA.
Kepada awak media, Agnes mengaku telah mengalami kerugian lebih dari Rp 1 miliar setelah bergabung dengan Akademi Crypto yang dimiliki oleh Timothy Ronald. Padahal dia buka orang baru dalam dunia kripto. Lebih kurang 5 tahun, Agens bermain kripto. Dia pun menyatakan sudah terbiasa dengan risiko, volatilitas, dan naik-turun pasar.
Perkenalan dengan Timothy melalui media sosial Instagram menjadi awal mula ketertarikan Agnes bergabung dengan Akademi Crypto pada 2023-2024. Menurut dia, platform tersebut dikemas sebagai wadah edukasi kripto dengan layanan eksklusif. Mulai dari diskusi mendalam hingga berbagi sinyal transaksi melalui Discord.
Seiring berjalannya waktu, Agnes menilai ada beberapa hal yang tidak sesuai dengan visi dan misi. Gambaran ideal dari Akademi Crypto pun memudar. Bahkan sejumlah pertanyaan dan keluhan yang muncul tidak mendapat ruang. Beberapa mengalami kejadian dikeluarkan dari grup hanya karena menyampaikan komplain secara terbuka.
”Ada beberapa case seperti kita yang komplain dan kita di-kick dari grup atau di room chat-nya dimatiin,” sesalnya.
Agnes mengakui bahwa janji yang disampaikan sejak awal terdengar menggiurkan. Yakni tingkat kemenangan tinggi. Namun demikian, pengalaman Agnes berkata lain. Bukannya untung, saldo investasinya terus berkurang. Padahal win rate yang ditawarkan selalu puluhan persen. Kenyataannya tidak sesuai dengan janji dan tawaran tersebut.
Kecurigaan Agnes kian menjadi saat MANTA sebagai salah satu koin yang terus dipromosikan malah mengalami kejatuhan harga. Pada titik itu, dia merasa ada yang tidak beres. Dia menyatakan bahwa bergabung dengan Akademi Crypto tidak lagi terasa sedang belajar, melainkan tengah ada dalam skema yang merugikan. Itu tidak sesuai bayangannya untuk belajar secara terstruktur dengan pengajar kredibel.
”Saya join kelas dia (Timothy) juga kan sebenarnya bukan untuk sinyal gratis, lebih ke fundamental dan sebagainya,” imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, Jajang selaku penasihat hukum Agnes menyatakan bahwa laporan kliennya merupakan bagian dari rangkaian pengaduan korban yang mengalami hal serupa dengan pelapor sebelumnya. Namun demikian, laporannya sengaja dibuat terpisah. Salah satunya dengan menggunakan UU Perlindungan Konsumen.
Khusus laporan tersebut, nilai kerugian korban yang membuat laporan diakui oleh Jajang mencapai angka lebih dari Rp1 miliar. Tidak berhenti sampai di situ, dia menyatakan bahwa ada kemungkinan pelapor-pelapor lain juga membuat pengaduan ke polisi.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
