Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 Oktober 2025 | 14.35 WIB

Cerita Dihubungi Langsung oleh Ahmad Sahroni, Ferry Irwandi: Dia Ada di Jakarta Saat Penjarahan Terjadi

Influencer sekaligus Youtuber Ferry Irwandi mengikuti aksi demonstrasi di depan gedung DPR/MPR RI, Senin (1/9). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com) - Image

Influencer sekaligus Youtuber Ferry Irwandi mengikuti aksi demonstrasi di depan gedung DPR/MPR RI, Senin (1/9). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

JawaPos.com - Rumah pribadi milik politisi Partai NasDem Ahmad Sahroni menjadi sasaran penjarahan pada 30 Agustus lalu. Sempat hilang pasca aksi demo berujung kerusuhan pecah, Sahroni pelan-pelan muncul ke publik.

Terbaru, CEO Malaka Project Ferry Irwandi membagikan cerita bahwa dirinya sudah dihubungi langsung oleh Sahroni. Ferry mengatakan, Crazy Rich Tanjung Priok itu ada di Jakarta saat penjarahan terjadi. 

Cerita itu dibagikan Ferry melalui akun media sosial pada Selasa (30/9). Dia mengaku, semula dirinya tidak tahu tujuan Sahroni menelpon. Setelah berbicara secara langsung, akhirnya dia tahu bahwa Sahroni ingin mendengar sudut pandang Ferry.

Ferry dinilai bisa menggambarkan kemarahan publik saat rangkaian aksi massa terjadi akhir Agustus lalu. Karena itu, Ferry menyampaikan beberapa hal kepada Sahroni.

”Dalam percakapan via telepon itu gue sampaikan beberapa kritik masyarakat atas apa yang terjadi. Karena dia ingin tahu kan sebenarnya kayak gimana sih gambarannya. Gue jelasin apa yang membuat masyarakat emosi, membuat masyarakat marah dan lain sebagainya,” ungkap Ferry dikutip Rabu (1/10). 

Menurut Ferry, Sahroni sudah menerima seluruh kritik dan masukan yang dia sampaikan. Bahkan politisi yang dikenal hobi mengoleksi sports car itu berjanji akan mengevaluasi diri dan mengubah gaya komunikasi publiknya.

Kepada Ferry, Sahroni mengakui bahwa sebelum aksi demo terjadi dirinya memang kurang peka atas kritik yang disampaikan oleh masyarakat. Untuk itu, dia ikhlas meski rumahnya di Tanjung Priok jadi sasaran penjarahan

”Urusan penjarahan dia semua sudah mengikhlaskan apa yang terjadi, kata dia. Dan semoga jadi pelajaran bukan cuma buat dia sendiri, tapi buat pejabat publik, masyarakat dan lain sebagainya,” tutur Ferry. 

Dalam kesempatan yang sama, Sahroni mengaku sempat pergi ke luar negeri, persisnya ke Singapura. Namun, itu dilakukan sebelum penjarahan terjadi. Bukan untuk lari, Sahroni mengklarifikasi kepada Ferry bahwa kepergiannya ke Singapura karena urusan pekerjaan. Saat penjarahan terjadi, Sahroni menyatakan bahwa dirinya sudah berada di Jakarta. 

”Dia sempat keluar negeri memang ke Singapura. Tapi, urusan kerjaan, kata dia. Dan 2 hari atau 3 hari sebelum aksi penjarahan itu, dia sudah di Jakarta,” ujarnya. 

Kepada Ferry, Sahroni pun menitipkan permohonan maaf kepada publik. Dia tidak mengelak telah keliru sebagai pejabat publik. Janji Sahroni, setelah peristiwa akhir Agustus lalu, dia akan berubah. Ferry pun sudah menyampaikan bahwa permohonan maaf itu harus disampaikan secara langsung oleh Sahroni kepada publik.  

”Dia juga nitip maaf kepada masyarakat Indonesia atas apa yang dia lakukan atau dia ucapkan. Nggak ada niat buruk katanya. Dan gue bilang kalau mau minta maaf langsung anda sendiri pak ke publik gitu. Dan dia bilang dalam waktu dekat atau apa gitu ya, dia mau muncul ke publik. Tapi, untuk sekarang fokus memulihkan keadaan keluarganya dulu, orang-orang terdekatnya, anak istrinya,” jelas Ferry. 

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore