Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 Agustus 2025 | 23.05 WIB

Suami Dea Permata Karisma Klarifikasi Isu Penolakan Laporan Kepolisian: Baru Konsultasi

Dea Permata Karisma berswa foto bersama sang suami. (Dok. @feryriyana)

JawaPos.com - Kasus pembunuhan tragis Dea Permata Karisma, 27, di Purwakarta masih menyita perhatian publik. Di tengah ramainya pemberitaan, sang suami, Fery Riyana, memberikan klarifikasi untuk meluruskan sejumlah informasi yang beredar.

Klarifikasi itu ia bagikan melalui instagram pribadinya @feryriyana, Kamis (14/8). Fery menjelaskan, ancaman yang diterima mendiang istrinya melalui WhatsApp baru terjadi pada 7 Juli 2025. Hal itu membantah informasi beredar bahwa pengancaman telah berlangsing sejak tiga bulan silam.

"Dengan demikian, pemberitaan yang menyebut seolah-olah kasus ini sudah berlangsung selama tiga bulan adalah tidak benar," ujar Fery. 

Ia juga menjelaskan perihal dugaan adanya penolakan laporan oleh kepolisian ketika sang istri membuat laporan mengenai pengancaman.

Menurut Fery, tahap awal penanganan dilakukan lewat konsultasi dan koordinasi dengan pihak kepolisian dan TNI, bukan laporan resmi.

"Tidak pernah ada penolakan dari pihak aparat," jelasnya.

Menurutnya, simpang siur mengenai penolakan pelaporan ini terjadi karena adanya pesalahpahaman di keluarga. Sebab, usai diri melakukan konsultasi ke kepolisian, Fery menceritakannya ke Dea.

Ia mengungkapkan, informasi yang sampai ke keluarga besar sempat berbeda pemahaman. Sebab, usai dirinya melakukan konsultasi, Fery langsung menceritakannya ke sang istri. 

"Dan istri menyampaikan kembali kepada keluarga. Dalam proses ini, kemungkinan terjadi perbedaan pemahaman, sehingga berkembang menjadi informasi seolah-olah sudah ada laporan tertulis resmi, padahal masih dalam tahap konsultasi," katanya.

Fery juga mengklarifikasi kabar rumahnya mendapat intimidasi dengan dilempari cat oleh pelaku teror.

"Kami tegaskan bahwa informasi terkait adanya pelemparan cat ke rumah kami adalah tidak benar. Hingga saat ini, tidak pernah terjadi peristiwa tersebut," katanya.

Terkait luka sayatan pada tubuh Dea, Fery mengaku masih menunggu hasil resmi otopsi dari rumah sakit.

Fery mengaku baru mengetahui berita viral mengenai kematian sang istri sehari setelah peristiwa terjadi. Sebab, ponselnya dipegang pihak kepolisian untuk pemeriksaan.

Pelaku Sudah Tertangkap, Isu Pengintaian Hanya Rekayasa

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore