Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 12 April 2018 | 07.16 WIB

Satu Tahun Belum Terungkap, Novel Minta Tim Pencari Fakta Dibentuk

Novel Baswedan saat diwawancarai Jawa Pos di Singapura beberapa waktu lalu. (Imam Husein/Jawa Pos) - Image

Novel Baswedan saat diwawancarai Jawa Pos di Singapura beberapa waktu lalu. (Imam Husein/Jawa Pos)

JawaPos.com - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan mengaku pembentukkan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF), penting guna mencari fakta yang tidak diungkap dan ditutupi. Dia menduga ada pihak-pihak yang berusaha enggan mengungkapkan kasus ini dengan unsur kesengajaan.


"Saya sudah menduga sejak awal, bahkan seingat saya lima bulan setelah tiba di Singapura, meyakini kasus ini tidak akan diungkap. Apakah itu merupakan keengganan atau suatu kesengajaan atau tidak, saya tidak tahu," ungkapnya di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (11/4).


Kemudian, dia juga menuturkan pembentukkan TGPF itu penting guna menemukan fakta yang ditutupi dan tidak diungkap. Walau, katanya, Presiden Joko Widodo menyatakan menunggu laporan dari Kapolri.


"TGPF bukan untuk mencari bukti melainkan fakta yang dengan begitu bisa menjadikan informasi kepada Presiden dan Kapolri sehingga upaya pengungkapannya menjadi serius dan benar," jelasnya.


Novel berharap Presiden perlu mengetahui fakta sebenarnya. Salah satu caranya dengan membentuk TGPF.


"Saya berharap beliau benar serius. Kalau terkait dengan apa yang Beliau sampaikan saat ini bahwa menunggu saya gak tahu istilah lengkapnya, saya kira kita bisa melihat beberapa kasus yang lain tidak terungkap," ujarnya.


Novel menambahkan penyerangan terhadap dirinya bukan hanya kepentingan pribadi, tapi membicarakan kepentingan pemberantasan korupsi secara keseluruhan.


"Penyerangan terhadap saya yang sebelumnya juga tidak terungkap, apakah kita ingin memendam perkara penyerangan terhadap saya ini?," tegasnya.


Terakhir, dia memang mengetahui bahwa penyidikan perihal kasusnya sudah diambil pihak lain, yakni polri. Dengan adanya TGPF, maka bisa berkolaborasi mengungkap fakta.


"TGPF hanya memberikan dukungan, penelusuran atas fakta yang terlewat dan tidak diungkap. Fokusnya ke sana seharusnya," tutupnya.

Editor: Saugi Riyandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore