Ketua DPR RI Puan Maharani memimpin sidang pengesahan hasil Konferensi Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) ke-19 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (15/5). (Istimewa).
JawaPos.com - Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyatakan lembaganya masih menunggu Surat Presiden (Surpres) dari Presiden Prabowo Subianto terkait daftar nama calon duta besar (dubes) RI yang akan mengisi sejumlah pos penting di beberapa negara sahabat. Setelah menerima surat tersebut, DPR akan segera melakukan pembahasan sesuai dengan mekanisme yang berlaku.
“Terkait nama-nama dubes, tentu saja DPR menunggu surat dari pemerintah. Siapa saja namanya, siapa yang diusulkan,” kata Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/7).
Pasalnya, saat ini terdapat 12 posisi duta besar RI di berbagai negara sahabat yang kosong. Posisi yang belum terisi termasuk duta besar RI untuk Amerika Serikat, Jerman (Berlin), serta Perwakilan Tetap Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PPB) di New York dan Jenewa.
Puan menekankan, Presiden Prabowo perlu mengusulkan calon dubes yang tidak hanya mumpuni secara profesional, tetapi juga memiliki pemahaman yang mendalam tentang dinamika geopolitik dan konflik internasional saat ini.
“Ya kami berharap dengan situasi geopolitik dan situasi global yang seperti ini, kami berharap bahwa nama-nama yang diusulkan memang sebaiknya adalah orang-orang yang memang mengetahui tentang situasi geopolitik, situasi global,” ujar Puan.
Lebih lanjut, Puan menekankan tantangan diplomasi saat ini semakin besar, mulai dari konflik kawasan, ketegangan antarnegara besar, hingga perubahan iklim dan transformasi digital global. Oleh karena itu, calon dubes juga harus memiliki kapasitas komunikasi dan koordinasi yang tinggi.
“(Calon dubes) bisa diterima oleh negara-negara yang nanti mereka ini diusulkan menjadi dubes di negara-negara tersebut, dan bisa berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pihak-pihak yang ada di negara tersebut,” tegasnya.
Sebelumnya, kekosongan 12 posisi duta besar (dubes) Indonesia untuk negara-negara sahabat menjadi sorotan dalam rapat kerja (raker) antara Komisi I DPR RI dan Kementerian Luar Negeri (Kemlu). Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono, mengakui mengalami pelambatan dalam proses pengisian Dubes RI tersebut. Karena itu, Sugiono meminta maaf dalam rapat kerja tersebut.
"Terima kasih bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian atas concern-nya, memang benar, saya kira ini juga kesalahan kami sehingga proses ini tidak berlangsung dengan cepat dan smooth," ujar Sugiono dalam raker dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/6).
Meski terdapat kekosongan pada posisi duta besar, Sugiono menegaskan bahwa perwakilan Indonesia di negara-negara tersebut tetap berjalan sebagaimana mestinya. Ia memastikan, fungsi-fungsi diplomatik tetap dilaksanakan oleh para pejabat sementara yang ditunjuk.
"Namun juga kami tetap bisa melaksanakan semua tugas-tugas perwakilan di negara-negara yang tidak ada duta besarnya dengan cukup lancar, tapi sekali lagi ini juga merupakan sesuatu yang sangat penting," pungkasnya.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
