
Petugas KPK mendatangi kantor Kementerian PU. (Ilham Wancoko/Jawa Pos)
JawaPos.com - Kasus dugaan gratifikasi yang dilakukan mantan kepala biro di Kementerian Pekerjaan Umum (PU) berlanjut. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangi Kementerian PU untuk berkoordinasi dengan Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian PU Dadang Rukmana.
Lima petugas dari KPK tiba di Lobi Utama Gedung Kementerian PU Pukul 09.50. Pantauan Jawa Pos, lima orang petugas KPK turun dari mobil Kijang Innova warna hitam bernomor polisi B 2460 SRL. Empat petugas tampak mengenakan batik dan satu petugas mengenakan baju putih. Mereka tampak menunggu di lobi, tak lama pegawai dari Kementerian PU menjemput.
Mereka diarahkan masuk melalui pembatas yang harus menggunakan identitas khusus. Pegawai Kementerian PU tersebut sempat salah paham dan bertanya ke Jawa Pos. "Apakah juga dari KPK," ujarnya.
Kantor Itjen Kementerian PU diketahui berada di lantai 14 gedung Kementerian PU. Petugas dari KPK diketahui menggunakan lift naik ke atas.
Sebelumnya, KPK mendapatkan informasi adanya dugaan praktik gratifikasi di Kementerian PU dengan modus permintaan uang oleh salah seorang Penyelenggara Negara atau Pegawai Negeri kepada pegawai di jajarannya. "Uang itu akan digunakan untuk kepentingan pribadi," ujar Jubir KPK Budi Prasetyo.
Informasi tersebut hasil investigasi yang dilakukan oleh Inspektorat Jenderal Kementerian PU. Karena itu KPK melalui Direktorat Gratifikasi dan Pelayanan Publik Kedeputian Pencegahan dan Monitoring pada kesempatan pertama akan berkoordinasi dengan Inspektorat Jenderal ataupun Inspektur Investigasi Kementrian PU. "KPK akan melakukan analisis atas temuan investigasi tersebut," ujarnya.
KPK mengapresiasi langkah cepat Inspektorat dalam memproses dugaan pelanggaran ini. Budi mengingatkan kepada para Penyelengara Negara dan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tidak menerima atau memberi gratifikasi. "Bahkan sebelumnya, pada Selasa (27/5), KPK juga telah mengadakan monitoring dan evaluasi (monev) terkait pencegahan dan pengendalian gratifikasi bagi seluruh kementerian, lembaga, BUMN, dan BUMD," tegasnya. (idr)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
