Ilustrasi pemerasan. (Antara)
JawaPos.com - Komandan Kodim (Dandim) 1511/Pulau Moa Letkol Infanteri Galih Perkasa menjadi korban dalam kasus dugaan pemerasan oleh pecatan TNI bernama Elias Jems Masela. Meski perkembangan kasusnya tidak diikuti secara langsung oleh Mabes TNI AD, mereka memastikan bahwa korem dan kodam setempat memonitor kasus tersebut.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Wahyu Yudhayana menyampaikan hal itu saat dikonfirmasi oleh JawaPos.com. Dia menyampaikan bahwa persoalan tersebut sudah ditangani oleh jajaran TNI AD di level daerah. Di wilayah tugas mereka, komandan korem maupun panglima kodam mengikuti perkembangan kasus tersebut secara langsung.
”Mabesad secara berjenjang juga telah menerima informasi ini, namun karena ranah penyelesaian di tingkat satuan bawah, maka sifatnya hanya memonitor,” terang dia.
Menurut jenderal bintang satu TNI AD tersebut, Letkol Infanteri Galih Perkasa juga sudah membuat laporan tersebut kepada aparat kepolisian di Polres Maluku Barat Daya. Dia melaporkan dugaan pemerasan dalam laporan polisi bernomor LP/B/13/II/2025/SPKT/POLRES MALUKU BARAT DAYA/POLDA MALUKU. Laporan tersebut tertanggal 20 Februari 2025.
”Kami mendukung penuh langkah hukum yang telah ditempuh oleh dandim dan berharap kasus ini dapat ditindaklanjuti secara objektif dan profesional oleh aparat penegak hukum,” ucap Brigjen Wahyu.
TNI AD, lanjut dia, menjunjung tinggi supremasi hukum dan mendukung setiap langkah hukum yang dilakukan dalam rangka menegakkan kebenaran dan keadilan. Pihaknya juga berharap kasus tersebut dapat diselesaikan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Sehingga tidak ada pihak yang dirugikan dan memanfaatkan situasi untuk kepentingan pribadi.
”Berdasarkan informasi yang telah dikonfirmasi, Elias Jems Masela merupakan mantan prajurit TNI yang telah dipecat. Pemecatan tersebut dilakukan karena yang bersangkutan terlibat dalam kasus asusila. Dengan demikian, Jems Masela bukan lagi bagian dari institusi TNI AD dan tidak memiliki keterkaitan dengan struktur organisasi TNI AD,” tegas Wahyu.
--

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
