Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 18 Maret 2025 | 22.07 WIB

Netizen Telusuri Senjata Oknum TNI yang Diduga Dipakai Menembak 3 Polisi di Lampung, Spesifikasinya Ngeri!

 
 

Video viral diduga Kopka Basar pamer senjata api. (Platform X).

 
JawaPos.com - Tiga petugas polisi gugur saat menggerebek arena judi sabung ayam di Kabupaten Way Kanan, Lampung. Tiga polisi yang tewas itu diduga ditembak oleh oknum anggota TNI yakni Peltu Lubis dan Kopka Basar yang kini sudah ditangkap.
 
Di media sosial (medsos), sempat ramai dan viral dengan beredarnya foto dan video Kopka Basar sedang pamer senjata. Dalam video yang viral tersebut, dinarasikan Kopka Basar sedang pamer menembak dengan mengacungkan senjata.
 
Video tersebut yang kemudian viral langsung saja mendapatkan reaksi dari masyarakat, dari netizen. Mengecam? Sudah pasti, sebab saat ini nama institusi TNI memang sedang jadi sorotan imbas upaya revisi Undang-undang TNI yang disinyalir berpotensi mengembalikan Dwifungsi TNI.
 
Dalam video viral diduga Kopka Basar pamer senjata, terpampang jelas dirinya menggunakan senjata api yang semestinya tidak bisa dimiliki sipil. Kecuali, memang dirinya ditugaskan atau diizinkan khusus membawa senjata tersebut.
 
Akun X Random Warfare Worldwide mengulas spesifikasi senjata tersebut. Akun X tersebut memang diketahui punya spesialisasi khusus dalam membahas hal-hal terkait dunia militer, persenjataan dan alutsista.
 
Dalam ulasannya, akun X @RWWReborn mengungkapkan, senjata api berupa pistol yang dipamerkan oleh diduga Kopka Basar bukanlah senjata sembarangan. Namun masih belum diketahui pasti, apakah senjata api yang dipamerkan itu merupakan senjata api yang sama yang digunakan untuk menembak tiga polisi saat penggerebekan tempat judi sabung ayam di Way Kanan, Lampung.
 
Dijelaskan bahwa senjata api tersebut merupakan pistol bikinan PT Pindad. Dari gambar memang terlihat sama persis, senjata yang dipegang oleh pria diduga Kopka Basar dalam video viral.
 
Dijelaskan bahwa senjata api tersebut adalah Pindad G2 Combat kaliber 9x19 mm. Pistol tersebut merupakan pistol dinas yang digunakan di beberapa kesatuan TNI. Dikatakan bahwa jenis tersebut tidak bisa dimiliki oleh sipil.
 
"Memang ada beberapa pistol yang bisa dimiliki dan dibeli sipil secara legal, termasuk yang kalibernya 9x19mm, tapi seingat saya G2 Combat ini military-only," catat akun @RWWReborn.
 
Banyak netizen mempertanyakan, apakah sekelas TNI berpangkat Kopral memang dibekali senjata api dalam tugas dinasnya? Akun X tersebut memberikan analisanya.
 
 
"Bisa jika memang ada tugas yang mengharuskan dia untuk membawa senjata api, di kepolisian pun seperti itu," lanjut akun X @RWWReborn menjawab pertanyaan netizen.
 
Ketiga polisi yang tewas saat menggerebek arena judi sabung ayam di Way Kanan, Lampung diketahui memiliki luka tembak di kepala. Ketiga polisi tersebut adalah Iptu Lusiyanto, Bripka Petrus Apriyanto, serta Bripda M. Ghalib Surya Ganta.
 

Senjata api Pindad G2 Combat kaliber 9x19 mm, diduga merupakan senjata yang sama yang dipamerkan Kopka Basar di video viral. (X/@RWWReborn).

 
Netizen juga mempertanyakan, seberapa radius tembak pistol tersebut untuk bisa akurat mengenai kepala? Akun X tersebut juga memberikan analisanya.
 
"Menembak dengan pistol dan kena kepala semua itu sangat amat sulit, kecuali jaraknya <10 meter... atau orangnya sangat terlatih. Lebih mudah dilakukan dengan senapan laras panjang," terang akun X @RWWReborn.
Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore