Novel Baswedan bersama Ketua IM 57+ Institute Praswad Nugraha dan mantan penyidik KPK Lakso Anindito memberikan keterangan usai sidang putusan tentang gugatan syarat usia calon pimpinan KPK di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Kamis (12/9/2024). (Fedri
JawaPos.com - Wakil Kepala Satgassus Pencegahan Korupsi Polri Novel Baswedan buka suara soal wacana peniadaan Operasi Tangkap Tangan (OTT). Dia menegaskan bahwa OTT merupakan pintu masuk untuk membuka kasus-kasus besar. Lewat OTT, koruptor tak akan bisa mengelak.
Hal tersebut ditegaskan oleh Novel dalam acara Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) pada Senin (9/12).
”Kalau kita lihat dalam penindakan, sejauh ini upaya untuk OTT itu adalah yang terbaik ya. Karena kita bisa mendapatkan bukti secara objektif, secara langsung, dan biasanya orang kalau kena OTT nggak bisa ngelak,” ujarnya.
Selain itu, Novel menyatakan bahwa OTT bisa mencegah terjadinya kerugian negara. Dia pun mencontohkan bagaimana OTT bisa menjadi benteng kebocoran uang negara.
”Ketika ada suap dan di OTT, maka potensi kerugian yang bisa terjadi pada proyek itu dicegah dengan adanya OTT,” kata dia.
Baca Juga: Netizen Ngakak Kontroversi Gus Miftah Dijadikan Parodi Oleh Andre Taulany dan Wendy Cagur
Lebih jauh, mantan penyidik senior di KPK itu menyampaikan bahwa OTT bisa menjadi pintu masuk untuk mengungkap kasus-kasus besar.
”Karena orang berbuat korupsi kan nggak cuma sekali. Nggak sekali berbuat korupsi, besok nggak lagi kan gitu kan,” terang dia.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
