Organisasi Papua Merdeka (OPM) disebut oleh Menhan Ryamizad Ryacudu sebagai pelaku utam pembantaian 31 pekerja Trans-Papua.
JawaPos.com - Organisasi Papua Merdeka (OPM) tidak henti-hentinya menyerang masyarakat sipil. Dua hari berturut-turut pada Senin (4/11) dan Selasa (5/11), mereka beraksi. Pada Senin, mereka menyerang warga di Kabupaten Yalimo. Besoknya mereka menembak seorang sopir di Jalan Trans Jayapura-Wamena. Akibatnya korban meninggal dunia.
Kodam XVII/Cenderawasih memastikan bahwa rentetan serangan itu dilakukan oleh OPM. Berdasar data yang mereka miliki, korban meninggal dunia berinisial P. Yang bersangkutan merupakan sopir angkutan yang biasa melalui Jalan Trans Papua-Wamena. Korban ditembak hingga oleh OPM sampai kehilangan nyawa saat bertugas sekitar pukul 13.25 WIT.
”Pelaku merupakan OPM, penjahat kemanusiaan, dan saat ini jenazah almarhum dalam proses evakuasi,” kata Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII Cenderawasih Kolonel Infanteri Candra Kurniawan saat dikonfirmasi pada Rabu (6/11).
Candra menyampaikan bahwa penembakan terjadi ketika korban sedang berbicara melalui sambungan telepon. Di tengah perbincangan itu, OPM tiba-tiba meletuskan tembakan. Saksi yang berada di lokasi kejadian langsung lari untuk berlindung dan meminta pertolongan dari aparat keamanan yang berada di sekitar lokasi kejadian. Sementara korban terkapar akibat terkena tembakan.
Baca Juga: OPM Tembak Warga Sipil Hingga Meninggal Dunia, Kodam Pastikan Langsung Kejar Pelaku
Perwira menengah dengan tiga kembang di pundak itu menambahkan, sebelumnya OPM beraksi di Kabupaten Yalimo, Provinsi Papua Pegunungan. Mereka menyerang seorang operator alat berat berinisial AH. Pria berusia 34 tahun itu ditikam oleh OPM pada bagian punggung. Akibatnya, korban terluka dan harus dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat.
”OPM penjahat kemanusiaan ini memang tidak ingin Papua terus membangun dan maju, karena menyerang para pekerja. Saat ini Aparat keamanan terus melakukan pengejaran terhadap OPM pelaku penembakan dan penikaman,” kata Candra menegaskan.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
