
Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya membeber Catatan Hari TNI yang dipublikasi persis satu hari menjelang HUT ke-79 TNI. (Syahrul Yunizar/JawaPos.com)
JawaPos.com - Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) turut menyoroti kekerasan dan konflik yang terjadi di Papua.
Sorotan itu mereka tuangkan dalam Catatan Hari TNI yang disampaikan kepada publik pada Jumat (4/10). Dalam konferensi pers di Jakarta, Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya menyampaikan bahwa pendekatan bersenjata di Papua harus dihentikan.
Menurut Dimas, pendekatan itu terus menelan korban dari pihak sipil maupun aparat keamanan TNI-Polri.
”Konflik yang seakan tiada ujung dan minim solusi tersebut harus menjadi bahan evaluasi dan kajian bagi pemerintah,” kata dia. KontraS menilai, cara lain untuk menyelesaikan situasi di Tanah Papua harus dipikirkan.
”Pun konflik yang berlangsung harus tetap memperhatikan prinsip-prinsip hukum humaniter dan perlindungan terhadap warga sipil,” tambahnya.
Berkaitan dengan peradilan militer, KontraS menyampaikan bahwa masih terdapat kesalahan pada tataran konseptual dan praktik peradilan militer di Indonesia.
”Analisis mengenai peradilan militer juga kami lengkapi dengan data mengenai vonis peradilan militer yang menunjukkan bahwa dalami kasus peradilan militer tindak memberikan efek jera kepada pelaku,” ungkap Dimas.
Menurut dia, ketimbang melakukan revisi Undang-Undang (UU) TNI yang secara substansial berpotensi menimbulkan masalah baru, lebih baik pemerintah bersama dan DPR segera membahas dan mengesahkan revisi UU Peradilan Militer sesuai dengan ketentuan TAP MPR/VII/MPR 2000. Melalui Catatan Hari TNI, KontraS ingin menyampaikan rekomendasi kepada TNI.
Tentu dengan harapan rekomendasi tersebut bisa menjadi masukan bagi TNI guna mewujudkan TNI yang lebih baik. ”Catatan ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dan evaluasi bagi TNI untuk mewujudkan institusi pertahanan negara yang sejalan dengan prinsip-prinsip HAM dan demokrasi serta memantik kesadaran publik akan isu reformasi sektor keamanan,” kata Dimas.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
