
Deddy Corbuzier. (Tangkapan layar podcast Deddy Corbuzier)
JawaPos.com–Rieke Diah Pitaloka, politikus PDIP sekaligus anggota DPR RI, menunjukkan foto visum dari Dini Sera Afrianti kepada Deddy Corbuzier saat podcast. Deddy pun kaget begitu melihat foto yang disodorkan Rieke Diah Pitaloka.
”Oh My God, ini ban dong di badan di kaki,” ucap Deddy Corbuzier begitu melihat foto yang menampilkan bekas ban di tubuh Dini Sera Afrianti seperti dilansir dari video YouTube-nya.
Deddy menilai, keadilan buat orang yang sudah meninggal pun susah didapatkan di negeri ini. Padahal hasil visum sudah jelas.
”Dilindas bukannya sudah ada CCTV, ya?” tanya Deddy Corbuzier kepada Rieke Diah Pitaloka.
Pemeran Oneng di serial Bajaj Bajuri itu tak sendirian datang ke podcast Deddy Corbuzier. Dia mendampingi ayah Dini Sera Afrianti, Ujang Suherman, beserta adik kandung Dini, yakni Alfika Risma.
Dini tewas pada Oktober tahun lalu. Awalnya, berdasar penyelidikan dari Polrestabes Surabaya, Dini tewas karena Gregorius Ronald Tannur. Sayangnya, pada 24 Juli 2024, Ronald Tannur justru bebas. Anak anggota DPR RI Edward Tannur itu divonis bebas majelis hakim PN Surabaya yang diketuai Erintuah Damanik di persidangan.
Rieke Diah Pitaloka mengatakan, dari hasil visum Dini yang dikeluarkan RSUD Soetomo, ada beberapa luka di tubuh Dini. Visum dikeluarkan oleh dr Reni Sumino. Dilansir dari tayangan Podcast Deddy Corbuzier tersebut, Rieke menyampaikan hasil visum Dini yang diduga nyawanya melayang di tangan Ronald Tannur pada Oktober 2023 di Surabaya.
Hasil visum tersebut yakni pelebaran pembuluh darah pada selaput lendir kelopak mata dan selaput keras kelopak mata. Kebiruan ujung jari pucat ujung jari kuku kiri. Luka lecet pada dada perut lengan atas, tungkai atas kanan kiri bawah kanan kiri akibat benda tumpul. Luka memar ke pala telinga kiri leher dada perut punggung anggota gerak atas lengan atas kiri tungkai kiri akibat kekerasan tumpul. Pelebaran pembuluh darah usus halus besar akibat mati lemas.
Kemudian, ada resapan darah kulit bagian dalam kepala, bagian dalam leher, otot dada, tulang iga 2, 3, 4, 5 kanan, memar bagian bawah paru kanan hati akibat kekerasan tumpul, robek hati, pendarahan rongga perut 1.200 ml.
”Sebab kematian Dini disimpulkan karena luka robek majemuk akibat kekerasan tumpul sehingga terjadi pendarahan hebat,” terang Rieke.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
