Kepala Satuan (Kasat) Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Hady Saputra Siagian menjawab pertanyaan dari awak media usai jumpa pers di Jakarta, Jumat (12/7/2024). (ANTARA/HO-Polres Jakut)
JawaPos.com - Polres Metro Jakarta Utara masih menunggu jawaban dari Kejaksaan terkait perkembangan berkas kasus penganiayaan di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Marunda yang menyebabkan seorang taruna, Putu Satria Sananta Rustika meninggal dunia pada Jumat (3/5), dikutip dari ANTARA.
"Kami sudah kirim berkas ke Kejaksaan dan saat ini masih menunggu P21 atau berkas penyidikan dinyatakan lengkap dari pihak Kejaksaan," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Metro Jakarta Utara AKBP Hady Saputra Siagian di Jakarta, Jumat (12/7).
Baca Juga: Jika Anda Telah Mencapai 9 Hal Ini pada Usia 40-an, Anda Jauh di Depan yang Lain dan Harus Bangga
Ia mengatakan, Polres Metro Jakarta Utara dan pihak Kejaksaan juga telah melakukan rekonstruksi bersama di lokasi sekolah kedinasan yang berada di bawah Kementerian Perhubungan tersebut.
"Dulu itu kami melakukan prarekonstruksi saat penanganan kasus dan kemarin ini bersama Kejaksaan melakukan rekonstruksi kejadian," kata dia.
Baca Juga: Pasar Otomotif Masih Loyo, Penjualan Honda Masih Sumringah di Segmen SUV
Polres Metro Jakarta Utara menetapkan tiga taruna tingkat dua STIP Marunda berinisial AK, WJP dan FA yang diduga melakukan penganiayaan yang menyebabkan taruna tingkat satu Putu Satria Ananta meregang nyawa pada Jumat (3/5).
Ketiga pelaku diancam pasal 338 Subsider pasal 351 ayat (3) Junto pasal 55, 56 KUHP dengan ancaman maksimal 15 tahun.
Setelah penetapan ketiga tersangka ini, petugas langsung melakukan penahanan terhadap ketiganya.
Baca Juga: Orang yang Menggunakan Sarkasme untuk Menyembunyikan Perasaan Mereka yang Sebenarnya Sering Menampilkan Perilaku Ini
Sebelumnya, Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Polisi Gidion Arif Setyawan mengungkapkan bahwa taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Marunda, Jakarta Utara, Putu Satria Sananta Rustika, tewas akibat kekurangan oksigen ke saluran vital usai dianiaya oleh pelaku berinisial TRS pada Jumat (3/5).
"Setelah dipukul lima kali di bagian ulu hati, korban jatuh pingsan dan senior berusaha menarik lidahnya tapi tindakan itu membuat aliran oksigen ke organ vital terhambat sehingga menyebabkan korban tewas," katanya.
Baca Juga: Jelang Peluncuran di GIIAS 2024, Selubung Misteri All New Hyundai KONA Electric Mulai Dibuka, Begini Wujudnya
Ia mengatakan, hasil dari autopsi yang dilakukan terhadap jasad korban ditemukan ada luka di ulu hati korban yang menyebabkan pecahnya jaringan paru.
"Selain itu ada luka lecet di bagian mulut korban yang diduga sebagai upaya yang dilakukan tersangka untuk menyelamatkan korban tapi malah mempercepat kematian korban," kata dia.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
