
Ilustrasi: pembunuhan.
JawaPos.com — Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto meminta dua remaja pelaku pembunuhan bocah 11 tahun di Makassar bernama Muhammad Fadli Sadewa dihukum seberat-beratnya. Hal itu, kata dia, perlu ditempih agar tidak ada lagi kejadian serupa.
Untuk diketahui, dua remaja berinisial A, 17, dan M, 14, diringkus aparat Polrestabes Kota Makassar setelah dengan sadis membunuh Muhammad Fadli Sadewa untuk menjual organ tubuh bocah malang tersebut demi menjadi kaya.
“Saya juga meminta hukuman seberat-beratnya kepada pelaku agar harus ada efek jera terhadap perilaku seperti ini,” ungkap Dannya, sapaan akrabnya pada Selasa (10/1), dikutip dari FAJAR.
Hukuman seberat-beratnya yang dimaksud Danny, kata dia, bisa berupa hukuman mati. Tapi hal itu perlu dipertimbangkan mengingat pelaku adalah anak di bawah umur.
Lebih dari itu, Danny meminta kepolisian agar mengusut lebih dalam kasus ini. Bisa jadi, ada pihak-pihak tertentu yang memberi ide atau menyuruh A dan M melakukan pembunuhan itu.
“Saya kira seberat beratnya kalau pembunuhan berencana itu kan mati. Cuma masalahnya ini anak di bawah umur. Jadi, harus diusut siapa yang suruh dan pengaruhi dia, kenapa sampai mereka berbuat seperti itu,” jelasnya.
Lebih lanjut, Danny bilang, peristiwa ini terjadi tidak lepas dari pengaruh internet. Ia pun mengajak masyarakat agar berdama-sama melakukan langkah pencegahan agar peristiwa serupa tidak berulang.
“Jadi harus menjadi konsen kita semua, harus membantu pihak kepolisian, masyarakat harus bersama sama. Ini tidak bisa kepolisian sendiri atau pemkot sendiri. Harus sama-sama,” terangnya.
“Makanya kalau semua orang menjaga anaknya, inshaallah semua akan terkontrol dengan baik,” tambahnya.
Sebelumnya diberitakan, kasus ini terungkap setelah Muhammad Fadli Sadewa dilaporkan hilang. Dari penelusuran polisi, sang bocah rupanya sudah dibunuh. Jenazahnya ditemukan di Waduk Nipa-Nipa, Maros.
Polisi pun mengembangkan penyelidikan hingga akhirnya menangkap A dan M. Kedua pelaku mengaku melancarkan aksinya untuk menjual organ dalam korban di salah satu situs online demi mendapatkan uang yang banyak dan jadi kaya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
