Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 21 Februari 2024 | 18.16 WIB

Mengenal Geng T, Kelompok Pem-bully di SMA Binus Serpong Termasuk Anak Vincent Rompies

Geng TAI SMA Binus Serpong yang diduga sering lakukan kekerasan. (@bospurwa) - Image

Geng TAI SMA Binus Serpong yang diduga sering lakukan kekerasan. (@bospurwa)

JawaPos.com – Kasus tindak kekerasan atau perundungan oleh sekelompok siswa di SMA Binus Serpong yang konon menyeret anak dari artis Vincent Rompies, hingga saat ini masih terus bergulir.

Menurut akun X @bospurwa, yang pertama kali mengungkap kasus ini, aksi kekerasan terhadap siswa tersebut dilakukan oleh sekelompok siswa yang tergabung dalam Geng TAI (GT) di SMA Binus Serpong, Tangerang Selatan.

Video perundungan atau kekerasan yang dilakukan Geng TAI pun viral beredar luas di sosial media. Lebih dari itu, salah satu korban dari aksi Geng TAI ini juga mengalami sejumlah luka hingga harus mendapat perawatan di rumah sakit.

Seperti apa sosok Geng TAI di SMA Binus Serpong?

Geng TAI tak ubahnya seperti geng-geng anak sekolah pada umumnya. Sedikit bedanya, geng ini berisi anak-anak dari orang-orang berpunya di sekolah berkelas tinggi seperti SMA Binus Serpong.

Sehingga seperti wajar saja, siapapun yang tergabung dalam geng tersebut akan mendapatkan privilege atau keistimewaan tertentu selama di sekolah.

Dilansir dari Radar Kudus (Jawa Pos Group), Rabu (21/2), Geng TAI bukan kelompok baru di SMA Binus Serpong. Aktivitas anak-anak ber-privilege ini sudah berjalan bahkan hingga sembilan generasi berturut-turut.

Geng TAI berjalan di bawah kendali senior kelas 12, yang dalam hal ini bernama Agit. Lebih dari sebagai pimpinan, Agit juga berkewenangan untuk merekrut anggota geng baru.

Siapapun yang masuk di lingkaran Geng TAI, disebut-sebut akan memiliki sejumlah keistimewaan, seperti diberi uang, jatah ruang parkir kendaraan di dekat Binus, dan terpenting, adalah status hierarki yang lebih tinggi dibandingkan siswa lainnya.

Mereka akan berkumpul untuk nongrong di tempat yang ditengarai bak markas, yakni di Warung Ibu Gaul (WIG). Lokasinya tepat di belakang sekolah.

Di WIG, mereka berkumpul dan melakukan tindakan yang seharusnya tidak dilakukan, seperti merokok, vaping, kekerasan, termasuk melakukan rekruitmen anggota baru.

Dalam proses rekruitmen anggota Geng TAI, calon anggota akan diminta melakukan perintah senior dengan dalih syarat bergabung, seperti  meneriakan nama seseorang, membelikan makanan untuk senior, mendapat aksi kekerasan hingga pelecehan. 

Selain melakukan kegiatan yang tak wajar sebagai siswa pada umumnya, Geng TAI juga kerap mengganggu siswa-siswa lain yang bukan anggota geng mereka.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore