
Geng TAI SMA Binus Serpong yang diduga sering lakukan kekerasan. (@bospurwa)
JawaPos.com – Kasus tindak kekerasan atau perundungan oleh sekelompok siswa di SMA Binus Serpong yang konon menyeret anak dari artis Vincent Rompies, hingga saat ini masih terus bergulir.
Menurut akun X @bospurwa, yang pertama kali mengungkap kasus ini, aksi kekerasan terhadap siswa tersebut dilakukan oleh sekelompok siswa yang tergabung dalam Geng TAI (GT) di SMA Binus Serpong, Tangerang Selatan.
Video perundungan atau kekerasan yang dilakukan Geng TAI pun viral beredar luas di sosial media. Lebih dari itu, salah satu korban dari aksi Geng TAI ini juga mengalami sejumlah luka hingga harus mendapat perawatan di rumah sakit.
Seperti apa sosok Geng TAI di SMA Binus Serpong?
Geng TAI tak ubahnya seperti geng-geng anak sekolah pada umumnya. Sedikit bedanya, geng ini berisi anak-anak dari orang-orang berpunya di sekolah berkelas tinggi seperti SMA Binus Serpong.
Sehingga seperti wajar saja, siapapun yang tergabung dalam geng tersebut akan mendapatkan privilege atau keistimewaan tertentu selama di sekolah.
Dilansir dari Radar Kudus (Jawa Pos Group), Rabu (21/2), Geng TAI bukan kelompok baru di SMA Binus Serpong. Aktivitas anak-anak ber-privilege ini sudah berjalan bahkan hingga sembilan generasi berturut-turut.
Geng TAI berjalan di bawah kendali senior kelas 12, yang dalam hal ini bernama Agit. Lebih dari sebagai pimpinan, Agit juga berkewenangan untuk merekrut anggota geng baru.
Siapapun yang masuk di lingkaran Geng TAI, disebut-sebut akan memiliki sejumlah keistimewaan, seperti diberi uang, jatah ruang parkir kendaraan di dekat Binus, dan terpenting, adalah status hierarki yang lebih tinggi dibandingkan siswa lainnya.
Mereka akan berkumpul untuk nongrong di tempat yang ditengarai bak markas, yakni di Warung Ibu Gaul (WIG). Lokasinya tepat di belakang sekolah.
Di WIG, mereka berkumpul dan melakukan tindakan yang seharusnya tidak dilakukan, seperti merokok, vaping, kekerasan, termasuk melakukan rekruitmen anggota baru.
Dalam proses rekruitmen anggota Geng TAI, calon anggota akan diminta melakukan perintah senior dengan dalih syarat bergabung, seperti meneriakan nama seseorang, membelikan makanan untuk senior, mendapat aksi kekerasan hingga pelecehan.
Selain melakukan kegiatan yang tak wajar sebagai siswa pada umumnya, Geng TAI juga kerap mengganggu siswa-siswa lain yang bukan anggota geng mereka.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
