Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 11 Februari 2024 | 17.54 WIB

Kronologi Hanyutnya Pasutri Asal Kota Mojokerto saat Berlibur dan Mandi di Sungai Banyak Pacet

Sungai Banyak di Desa Candiwatu, Kecamatan Pacet, lokasi pasutri terseret arus sungai dan tenggelam, Sabtu (10/2).

JawaPos.com – Masyarakat Kota Mojokerto dibuat heboh oleh kejadian hanyutnya pasangan suami istri (pasutri) di Sungai Banyak, Dusun Watutumang, Desa Candiwatu, Kecamatan Pacet, pada Sabtu (10/2) siang.

Dilansir Radar Mojokerto (JawaPos Grup), pasutri itu bernama Ari Budi Yuwono, 53, dan Ririn Martiningsih, 53. Keduanya merupakan warga Jalan Panderman, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.

Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI-NU) Kabupaten Mojokerto, Saiful Anam memaparkan detail kronologinya.

Anam menjelaskan, peristiwa bermula sekitar pukul 12.30 WIB pada hari kejadian, pasutri dan empat keluarga lainnya bermain dan mandi di Sungai Banyak untuk menghabiskan waktu libur weekend keluarga. 

Empat orang keluarga yang diajak itu seluruhnya adalah anak-anak. Masing-masing Alma, 15, Ibra, 10, Ata, 6 dan Kamsa, 6. Diketahui, keempatnya bersatus sebagai keponakan korban.

”Kebetulan jarak rumah dan sungai memang sangat dekat,” papar Anam. Keenamnya lantas memutuskan nyemplung sungai bersama untuk mandi dan bermain.

”Ketika itu kondisi arus sungai normal-normal saja,” lanjutnya. Namun, tak lama kemudian, debit air sungai meluap beriringan dengan datangnya air bah. Diketahui saat itu juga di kawasan Pacet memang sedang turun hujan deras.

Luapan air bah itu kemudian membuat tubuh Ari Budi dan Ririn terseret. Menyadari hal itu, keduanya sempat berusaha menyelamatkan diri. Ririn memegangi bebatuan, sementara Ari Budi memegangi tubuh Ririn.

Sayangnya, usaha keduanya tidak berhasil. Mereka tak mampu menahan derasnya air bah. Tubuh Ari Budi dan Ririn pun kemudian terbawa arus sungai dan tidak terlihat kembali setelah itu.

”Keempat anak-anak itu berhasil menyelamatkan diri karena sudah naik duluan ke atas tanggul sungai. Tetapi, yang pasutri masih terjebak di sungai,” jelasnya.

”Untuk empat anak-anak yang berhasil menyelamatkan diri, kondisinya sekarang aman, karena sudah berada di rumah korban,” tandas Anam.

Sementara itu, di hari yang sama sekitar pukul 14.30, Ririn Martiningsih ditemukan di Kali Tunggulmoro, Desa Kutoporong, Kecamatan Bangsal dalam keadaan yang sudah tidak bernyawa. Jasadnya terseret arus lebih dari 2 kilometer (km) dari lokasi TKP.

”Betul, sesuai hasil MAMBIS (Mobile Automated Multi-Biometric Identification System) tim Inafis, korban teridentifikasi atas nama Ririn Martiningsih,” terang Kanit Reskrim Polsek Bangsal Iptu Sugeng Irawadi, terpisah.

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore