
ILUSTRASU:Sejumlah massa melakukan aksi menyalakan lilin untuk mengenang 30 hari wafatnya Brigadir Yosua Hutabarat (Brigadir J) di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin (8/8/2022).
JawaPos.com - Drama kasus tewasnya Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J mulai menemui titik terang. Skenario kematian Yosua yang sempat digembor-gemborkan di awal mulai terbantahkan setelah Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E muncul ke publik dan memutuskan menjadi justice collaborator.
Berikut 4 kronologi awal yang terbantahkan:
1. Tidak Ada Baku Tembak
Muncul kasus kematian Brigadir J diawali dengan cerita terjadinya baku tembak antara korban dengan Bharada E. Awalnya disebut Bharada E menegur Brigadir J yang memasuki area rumah dinas eks Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo. Saat ditegur J langsung melepaskan tembakan hingga terjadi baku tembak.
Setelah itu kronologi sedikit berubah. Saat itu Bharada E mendengar jeritan istri Sambo, Putri Chandrawathi dari dalam kamar. E kemudian hendak turun dari lantai dua dan melihat Brigadir J di depan kamar Putri. Saat ditegur J langsung menembak, sehingga Bharada E membalas tembakan dari lantai 2.
Terbaru berdasarkan pengakuan Bharada E, tidak ada baku tembak dalam tewasnya Brigadir J. Bharada E mengaku hanya diperintahkan seseorang untuk menembak Brigadir J.
"Tidak ada baku tembak. Pengakuan dia (Bharada E) tidak ada baku tembak," kata kuasa hukum Bharada E, Boerhanuddin.
Boerhanuddin mengatakan, proyektil peluru yang ditemukan di lokasi kematian Brigadir J hanya sebuah alibi. Sebab, pistol milik Brigadir J sengaja ditembakan ke arah dinding rumah.
"Menembak itu dinding arah-arah," jelasnya.
2. CCTV Rusak
Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Budhi Herdi Susianto mengatakan, kamera CCTV yang berada di rumah Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo, di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan rusak.
Maka itu, kata Budhi, pihaknya hanya bisa mengamankan rekaman CCTV yang ada di sekitar rumah Kadiv Propam tersebut sebagai bukti petunjuk di kasus aksi saling tembak dua anggota polisi itu.
“Kami mendapatkan bahwa di rumah tersebut memang kebetulan CCTV-nya rusak sejak dua minggu lalu, sehingga tidak dapat kami dapatkan,” ujar Budhi, Selasa (12/7).
Setelah Timsus dibentuk Kapolri, tiba-tiba Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengumumkan telah ditemukan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian atau TKP di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo.
“(CCTV) di sekitar TKP, saat ini sedang diperiksa laboratorium for sesuai yang disampaikan Dir Pidum semalam,” kata Dedi saat dihubungi wartawan, Kamis (21/7).
Baru-baru ini Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan, Tim Khusus (Timsus) kasus tewasnya Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J telah mengantongi identitas pelaku yang mengambil CCTV di sekitar rumah dinas Irjen Pol Ferdy Sambo.
“Sudah kita dapatkan siapa yang melakukan, siapa yang mengambil, siapa yang menyimpan, semuanya nanti akan kita buka pada saat prosesnya tuntas,” kata Sigit, Jumat (4/8).
3. Lokasi PCR Irjen Pol Ferdy Sambo
Satuan tugas khusus Polri terus berupaya menjawab berbagai teka-teki yang masih menyelimuti kasus penembakan Brigadir Yosua. Salah satu yang didalami adalah di mana lokasi Kadivpropam Irjen Ferdy Sambo melakukan tes polymerase chain reaction (PCR). Di tengah matinya closed circuit television (CCTV) di dalam rumah dan digantinya CCTV di luar rumah, mengetahui lokasi tes PCR itu menjadi penting untuk memberikan titik terang kasus tersebut.
Informasi yang diterima Jawa Pos, penelusuran oleh tim khusus tersebut dilakukan atas perintah langsung dari orang nomor satu di Korps Bhayangkara. Namun, lokasi tes PCR itu hingga saat ini masih menjadi misteri. Dalam keterangan Divhumas Polri beberapa waktu lalu, memang disebutkan bahwa Kadivpropam tidak berada di rumah saat peristiwa penembakan terjadi. Sambo disebutkan sedang melakukan tes PCR. Namun, dalam keterangan divhumas tidak disebutkan lokasi tes PCR itu.
Dari penelusuran Jawa Pos, di sekitar Perumahan Kompleks Polri yang menjadi lokasi kediaman Kadivpropam, setidaknya ada empat klinik yang bisa melayani tes PCR. Untuk di Jakarta Selatan sendiri ada sekitar 10 klinik dan rumah sakit yang melayani tes PCR. Bila lokasi Kadivpropam melakukan tes PCR tanpa alamat yang jelas, jelas diperlukan energi yang besar untuk memeriksa satu per satu klinik tersebut.
Namun, Komnas HAM mengungkapkan bahwa Brigadir J bersama Putri Candrawathi, Bharada E serta pembantu rumah tangga melakukan tes usap PCR di rumah pribadi Irjen Polisi Ferdy Sambo di kawasan Duren Tiga sepulangnya dari Magelang.
“PCR itu dilakukan di rumah pribadi, bukan di rumah dinas Irjen Polisi Ferdy Sambo,” kata Komisioner Komnas HAM Mohammad Choirul Anam di Jakarta, Sabtu (30/7).
4. Bharada E Penembak Jitu
Kapolres Metro Jakarta Selatan non-aktif Kombes Pol Budhi Herdi Susianto menyebut jika Bharada E merupakan penembak nomor 1 di kesatuannya tak lama usai peristiwa kematian Brigadir J.
Berdasar keterangan komandan Bharada E di Resimen Pelopor, diperoleh info kalau Bharada E adalah pelatih vertical rescue. Bahkan, Bharada E merupakan penembak nomor satu.
"Kami juga melakukan interogasi terhadap komandan Bharada RE bahwa bharada RE ini sebagai pelatih vertical rescue dan di rensimen pelopornya dia sebagai tim penembak nomor 1 kelas 1 di Rensimen Pelopor," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Budhi Herdi Susianto, Selasa (12/7) lalu.
Pengacara Bharada E, Deolipa Yumara memastikan Bharada E memang bukan polisi yang mahir dalam menembak. Hal ini selaras dengan pengakuan Bharada E saat dimintai keterangan oleh Komnas HAM.
“Bharada E dibilang jago tembak, ndak begitu juga kejadiannya. Jadi banyak hal yang tidak konsisten, ya, kalau kejahatan ya begitu, tidak konsisten kalau ditutup-tutupi,” kata Deolipa.
Deolipa memastikan kliennya telah membuat pernyataan jujur soal perintah melakukan tindak pidana pembunuhan. Pasalnya Bharada E diperintah oleh atasannya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
