
Photo
JawaPos.com - Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan mengatakan, korban kasus dugaan penipuan yang dilakukan Hendry Susanto diduga mencapai ratusan miliar.
Adapun, Bareskrim Polri telah menetapkan dan menahan Direktur di PT FSP Akademi Pro, Hendry Susanto terkait kasus dugaan penipuan investasi bodong robot trading Fahrenheit.
"Jumlah kerugian diperkirakan ratusan miliar, ini masih terus ditelusuri dan tracing oleh penyidik," ujar Ramadhan dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (24/3).
Ramadhan menuturkan, pihaknya akan menggandeng para ahli untuk bisa menghitung kerugian dari para korban dugaan penipuan yang dilakukan oleh Hendry Susanto tersebut.
"Nanti ahli yang akan menghitung kerugian total daripada para korban," katanya.
Ramadhan mengungkapkan, Penyidik Bareskrim Polri juga telah menyita sejumlah dokumen yang diduga bagian dari kejahatan yang dilakukan oleh Hendry Susanto
"Selain tangkap dan tahan, penyidik juga menyita barang bukti 63 bundel atau print out dokumen terkait tindak pidana," ungkapnya.
Selain itu, Ramadhan menjelaskan, PT FSP Akademi Pro milik Hendry Susanto juga tidak memiliki izin dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).
"Bahwa PT FSP Akademi Pro tidak memiliki izin dari Kementerian Perdagangan untuk menawarkan robot trading Fahrenheit. PT FSP Akademi Pro bekerja sama dengan PT Lotus Global Buana. Di mana PT Lotus Global Buana bertindak sebagai broker yang juga tidak memiliki izin dari Bappebti," ungkapnya.
Diketahui, Bareskrim Polri telah menangkap Hendry Susanto dan menetapkannya sebagai tersangka aplikasi investasi bodong robot trading Fahrenheit. Hendry Susanto merupakan direktur di PT FSP Akademi Pro, yakni perusahaan yang mengelola robot trading investasi ilegal Fahrenheit
Selain Hendry Susanto, pihak kepolisian juga telah menetapkan empat orang lain sebagai tersangka di kasus tersebut. Mereka adalah D, ILJ, DBJ, dan MF.
Para tersangka modusnya mempromosikan robot trading itu melalui media sosial. Kemudian para member yang menjadi korban menginvestasikan uang miliknya pada akun trading Fahrenheit dengan cara mentransfer ke rekening milik tersangka inisial D.
Sementara jumlah korban dari investasi bodong ini mencapai lebih dari 100 orang. Meski begitu belum diketahui pasti kerugian dari para korban. Sebab pihak kepolisian masih terus menyelidikinya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
