Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 11 Februari 2022 | 22.05 WIB

Oknum Dosen PTS Pernah Ditangkap Densus pada 2003, Kini Ditangkap Lagi

BERI KETERANGAN: WS, istri RH, salah seorang terduga teroris yang ditangkap Densus 88 di Bengkulu kemarin. (BENGKULU EKSPRES) - Image

BERI KETERANGAN: WS, istri RH, salah seorang terduga teroris yang ditangkap Densus 88 di Bengkulu kemarin. (BENGKULU EKSPRES)

JawaPos.com – WS mengakui sang suami, RH, pernah ditangkap polisi pada 2003 atas dugaan terlibat terorisme. Tapi, pria yang berprofesi dosen di salah satu kampus swasta di Kota Bengkulu tersebut ketika itu dibebaskan karena tidak ada bukti.

Karena itu, WS kaget sekali ketika sang suami kembali diciduk Densus 88 akibat tudingan terlibat kasus serupa. RH bagian dari lima terduga teroris yang ditangkap di Bengkulu dan Jogjakarta.

Dua terduga lainnya yang ditangkap di Bengkulu adalah KH dan MA. Adapun dua lainnya yang terciduk di Jogjakarta adalah RAU dan SU.

”Kami sudah 17 tahun tinggal di sini, mendirikan pesantren tahfiz Quran. Jika kami memang mengajarkan radikalisme dan terorisme, tentu sudah lama kami diusir warga,” kata WS kepada Bengkulu Ekspress kemarin (10/2).

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Ahmad Ramadan menjelaskan, RAU yang ditangkap pada Rabu (9/2) diduga berbaiat kepada Amir ISIS Abu Bakar Al Baghdadi. ”Lalu berbaiat ulang ke Amir ISIS Al Hasyimi,” tuturnya.

RAU merupakan anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Jogjakarta. Pada 2018, RAU diketahui pernah mengikuti uji coba bom di Gunung Sepuh. ”SU ditangkap di Sewon, Bantul, pada hari yang sama,” paparnya.

SU juga anggota JAD Jogjakarta yang pernah berbaiat ke Amir ISIS Al Hasyimi. Dia juga pernah mengikuti pelatihan militer JAD pada 2016 hingga 2019. ”Diketahui juga ingin melakukan amaliah dengan menyerang kantor polisi,” jelasnya.

Sementara itu, CA merupakan ketua Jamaah Islamiyah (JI) Bengkulu. ”CA bersama MA dan RH merekrut anggota baru,” ujarnya.

WS menyebutkan, sejumlah buku yang diduga terkait dengan terorisme dan radikalisme dibawa Densus 88 dari penggeledahan di rumahnya. Selain buku, Densus 88 menyita laptop milik RH yang dibawa setiap bekerja. ”Ada 20 atau 25 orang, menggunakan senjata lengkap. Mereka datang baik-baik melakukan penggeledahan, kami persilakan,” imbuh WS.

Sementara itu, keluarga KH enggan memberikan banyak komentar. Kakak KH hanya membenarkan bahwa KH ditangkap saat akan mengajar di pondok pesantren. (167/135/idr/c19/ttg)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore