
Ilustrasi police line
JawaPos.com - Polres Metro Bekasi, Jawa Barat masih menyelidiki kasus tewasnya remaja berinisial F, 14, yang terlindas truk. Polisi meminta kepada supir truk yang melarikan diri agar menunjukan itikad baik.
Kanit Laka Lantas Polres Metro Bekasi Iptu Carmin mengatakan, supir truk belum menunjukan sikap kooperatif dengan mendatangi kantor polisi melaporkan peristiwa yang terjadi. "Sudah 2x24 jam belum ada laporan," kata dia saat dihubungi, Jumat (8/10).
Carmin menyampaikan, pencarian identitas supir truk terkendala minimnya petunjuk. Seperti CCTV di lokasi kejadian pun tidak ada yang menyorot langsung ke arah kendaraan.
"Yang saya sudah periksa satu itu nggak sampai di lokasi. Kalau pun ada ke jalan tapi hanya batas samping yang kelihatan sepintas. Kecuali CCTV ETLE dia hantam dari depan jadi lebih jelas," jelas Carmin.
Atas dasar itu, Carmin mengimbau pelaku untuk segera menyerahkan diri. Dia meminta supir truk bersikap kooperatif terkait proses hukum yang tengah berlangsung saat ini.
"Yang dinamakan kooperatif itu kan boleh dia menghindari tempat kejadian tapi melapor ke petugas yang berwenang. Mungkin alasan dia saat itu takut digebuki. Ya boleh tapi habis itu melapor," pungkas Carmin.
Sebelumnya, F, 14, mengalami nasib nahas saat hendak menebeng truk yang melintas di Jalan Raya Dipenogoro, Tambun Selatan, Bekasi, Jawa Barat. Dia tewas setelah tertabrak truk yang hendak dicegatnya.
Kanit Laka Lantas Polres Metro Bekasi Iptu Carmin mengatakan, supir truk langsung melarikan diri usai menabrak korban. Sehingga identitasnya belum diketahui.
"Anak itu kan maksudnya mau naik nyetop mobil itu mau ikut numpang, nge-BM istilahnya kalau bahasa Cikarang itu," kata Carmin saat dihubungi, Jumat (8/10).
Carmin menuturkan, saat itu korban bersama 6 rekannya berniat menyetop truk yang melintas. Mendadak korban turun dari trotoar dan memberhentikan truk yang melintas.
"Nyetop di trotoar itu si korban turun dari trotoar. Nah truk udah deket turun dari trotoar, mau naik dari sebelah kiri cuma keburu kesrempet ketabrak," jelasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
