
Sekretaris Menpora Gatot Dewo Broto
JawaPos.com - Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Ahmad Fanani mengembalikan uang sebesar Rp 2 miliar yang sebelumnya digunakan untuk membiayai kegiatan kemah pemuda Islam pada akhir 2017. Namun langkah tersebut disayangkan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Sekretaris Menpora Gatot Dewo Broto mengatakan, pihaknya menyayangkan langkah tersebut karena kegiatan Kemah dan Apel Pemuda Islam di halaman Candi Prambanan akhir Desember 2017 lalu itu bukan kegiatan fiktif.
"Disayangkan jika harus dikembalikan semua. Itu haknya Pemuda Muhammadiyah. Karena (kegiatan) acara itu tidak fiktif," ujar Gatot kepada JawaPos.com, Selasa (27/11).
Kendati demikian, mengenai pengembalian uang Rp 2 miliar oleh Pemuda Muhammadiyah, Gatot mengaku hingga tanggal 25 November lalu uang tersebut belum diterimanya. Namun pada hari ini belum dilakukan pengecekan lagi.
"Belum dicek (lagi). Kemarin dicek tanggal 25 belum masuk," tegas Gatot.
Menurutnya pengembalian itu tidak akan menghapuskan jejak pelanggaran penggunaan anggaran. Terlebih Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah melakukan pemeriksaan terhadap penggunaan anggaran, yang kemudian diproses penyidik Polda Metro Jaya.
Dirinya pun menghormati proses penyidikan yang dilakukan tim penyidik Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. "Karena acara itu tidak fiktif. Tapi, kami menghormati proses hukum (oleh polisi)," ujar Gatot.
Sebelumnya Gatot menjelaskan, jika pelaksanaan kegiatan Kemah dan Apel Pemuda Islam tersebut tidak masalah dan bukan kegiatan fiktif. Kegiatan yang melibatkan Pemuda Muhammadiyah dan Gerakan Pemuda Ansor tersebut merupakan agenda resmi dari Kemenpora.
Diketahui, dugaan kasus penyalahgunaan uang ditemukan penyidik dalam laporan pertangungjawaban (LPJ) acara Kemah dan Apel Pemuda Islam. Berdasarkan penyidikan Ditkrimsus Polda Metro Jaya membenarkan jika laporan pertanggungjawaban kegiatan yang dibuat Pemuda Muhammadiyah menuai kejanggalan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono membenarkan, jika penyidik menemukan ada penyalahgunaan uang negara melalui kegiatan LPJ Pemuda kegiatan tersebut. Anggaran yang diberikan sebesar Rp 2 miliar oleh Kemenpora itu diduga tidak semuanya dihabiskan oleh Pemuda Muhammadiyah.
"Hasil pemeriksaan awal, memang diduga ada anggaran sekitar Rp 2 miliar yang tidak dihabiskan penuh. Sekitar kurang dari separuh, ada data (anggaran) fiktif dalam penggunaannya," sebutnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
