SELEKSI: Lurah Pampang Saiful Khohar.
JawaPos.com - Aksi yang dilakukan Oknum Babinsa Kodim 0730 Gunungkidul berinisial AG in tak pantas ditiru. Dia diduga menganiaya Lurah Pampang, Kapanewon Paliyan, Saiful Khohar.
Aksi koboi tersebut dilakukan pelaku di Padukuhan Polaman, Kalurahan, Pampang, Kapanewon Paliyan Kamis (26/10) dini hari. Pemicunya salah paham terhadap hasil seleksi pengisian pamong kelurahan setempat.
Berdasarkan kesaksikan Kasih, 67, ibu dari korban, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 03.00. Kala itu, terdengar teriakan dari luar pagar rumah, "Saya bunuh kamu. Tak cacah-cacah sirahmu," kata Kasih dikutip dari Radar Jogja, Sabtu (28/10).
Atas ucapan itu, kasih mengaku panik dan ketakutan. "Saya kira orang gila," kata Kasih.
Nenek ini mondar-mandir kebingungan. Kemudian, meminta istri korban untuk segera bergegas minta bantuan tetangga kanan kiri.
Teriakan dan umpatan terus terdengar dari luar rumah. Pelaku ternyata membuka pintu pagar. Terlihat mengenakan pakain serba hitam berjalan mendekat.
"Anak saya (Pak Lurah) keluar membuka pintu. Saya lari ketakutan ke pekarangan belakang rumah," ucapnya.
Setelahnya balik lagi masuk rumah, dia mendengar percakapan antara pelaku dan anaknya. "Anak saya menjawab, 'Mari bicarakan baik-baik.' Tapi, oleh pelaku dijawab dengan teriakan, 'Apa iya, nilainya hanya 0,5'," ujarnya.
Tak lama berselang terdengar suara "jedug" dari balik tembok. Rupanya, pelaku yang belakangan diketahui oknum anggota Babinsa Kodim 0730 berinisial AG membenturkan kepala korban ke tembok.
"Tidak lama kemudian warga kanan kiri kumpul. Anak saya (korban) dan pelaku sepakat membawa kasus ini ke kantor polisi." terangnya.
Sementara itu, Lurah Pampang, Saiful Khohar mengkonfirmasi kejadian yang dialaminya.
Dia menduga kemarahan oknum Babinsa dipicu kesalahpahaman hasil seleksi pamong Kalurahan Pampang.
"Istrinya (oknum Babinsa) tidak lolos seleksi. Lowongan jabatan pangripta (perencanaan) dari total pelamar 8 peserta, istri (pelaku) urutan nomor 6," kata Saiful.
Meski telah diselesaikan secara kekeluargaan, dirinya dan keluarga masih trauma. Pihaknya berharap agar kasus yang dialami diproses seperti janji Dandim 0730 Gunungkidul Letkol Kav Anton Wahyudo.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
