Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 19 Februari 2021 | 23.54 WIB

Satu KKB Tewas saat Kontak Senjata di Runway Bandara Ilaga

Ilustrasi penembakan. Antara - Image

Ilustrasi penembakan. Antara

JawaPos.com–Kontak senjata  antara TNI/Polri dan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di sekitar runway (landasan pacu) Bandara Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, menyebabkan satu anggota KKB tewas.

Kabidhumas Polda Papua Kombespol Ahmad Kamal seperti dilansir dari Antara di Jayapura membenarkan adanya baku tembak di sekitar Bandara Ilaga.

Baku tembak yang menewaskan satu anggota KKB itu, terjadi sekitar 2,5 jam. Peristiwa itu berawal saat KKB melakukan penembakan di sekitar Bandara Ilaga sekitar pukul 09.20 WIT.

”Awalnya KKB menembaki anggota Paskhas yang bertugas di Bandara Ilaga hingga terjadi kontak senjata,” kata Kamal pada Jumat (19/2).

Dia mengatakan, anggota Polres Puncak dan TNI AD yang ada di Ilaga memperkuat anggota Paskhas. Ketika ditanya kekuatan KKB saat kontak senjata, Kamal menjelaskan, berdasar laporan yang diterima tercatat lima anggota KKB dengan menggunakan senjata laras pendek.

Terkait dengan identitas anggota KKB yang tewas dalam kontak tembak, Kamal mengaku belum tahu pasti identitasnya.

”Kami masih menunggu laporan lengkap dari Polres Puncak,” terang Kombespol Kamal.

Sementara itu, Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob menyebut, tidak ada warga dari Kabupaten Intan Jaya yang dilaporkan mengungsi ke Timika akibat meningkatnya eskalasi keamanan di wilayah itu akhir-akhir ini.

”Saya belum dengar laporan kalau ada eksodus pengungsi dari Intan Jaya ke Timika,” kata John Rettob di Timika.

Pemkab Mimika prihatin dengan situasi dan kondisi di Intan Jaya dimana hingga saat ini masih terjadi kontak tembak antara aparat TNI dan Polri dengan kelompok kriminal kersenjata (KKB) yang sudah banyak menewaskan korban, baik dari kalangan aparat, KKB, maupun warga sipil.

Wabup Mimika mengakui, saat ini sejumlah gereja di Kota Timika tengah menggalang sumbangan bahan kebutuhan pokok untuk membantu para pengungsi di Intan Jaya yang kini mengungsi ke pastoran dan gereja Katolik Paroki Bilogai.

”Pengumpulan sumbangan dan bantuan itu melalui gereja-gereja, mereka sudah meminta izin kepada Pemda Mimika untuk mengumpulkan sumbangan dari warga. Kami mendengar sejumlah kerukunan, paguyuban dan organisasi kemasyarakatan di Mimika ikut memberikan bantuan. Semoga hal itu bisa meringankan beban para pengungsi di Intan Jaya,” ujar John Rettob.

Dia berharap situasi keamanan di wilayah Papua, termasuk Mimika makin kondusif, tanpa kekerasan. Apalagi saat ini umat kristiani tengah memasuki masa prapaskah atau masa puasa menyambut Hari Raya Paskah.

”Kepada seluruh umat kristiani yang tengah menjalankan masa puasa, mari kita isi masa prapaskah ini dengan melakukan puasa, dan memperbanyak doa agar kita bisa terhindar dari segala macam tindak kekerasan, bencana dan situasi yang tidak menguntungkan. Hendaknya setiap insan menjadi juru damai dan penyejuk bagi sesama,” tutur John Rettob.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=1r5c3KOY1bc

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore