Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 Januari 2021 | 21.11 WIB

Cara Polri Selesaikan Kelangkaan Kedelai di Indonesia

TETAP BERPRODUKSI: Pekerja menuangkan kedelai ke mesin penggiling di sebuah pabrik tahu di Jakarta, Selasa (5/1). (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS) - Image

TETAP BERPRODUKSI: Pekerja menuangkan kedelai ke mesin penggiling di sebuah pabrik tahu di Jakarta, Selasa (5/1). (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)

JawaPos.com - Kelangkaan kedelai masih menjadi fokus penyelesaian Polri. Pasalnya, kondisi tersebut berdampak kepada masyarakat, mengingat sejumlah harga bahan makanan turut melonjak seperti tahu dan tempe.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan, Polri melalui Satgas Pangan sudah mulai mengambil langkah menyelesaikan kelangkaan ini. Di antaranya menganalisa ketersediaan dan kebutuhan kedelai masyarakat.

"Koordinasi dengan Kemendag dan Kementan terkait ketersediaan, importasi dan harga saat ini. Kordinasi dengan pihak asosiasi untuk mengetahui sentra-sentra produk olahan berbahan dasar kedelai dan distribusinya," kata Argo kepada wartawan, Kamis (7/1).

Selain itu, Polri juga melakukan pengecekan ke sejumlah gudang importir kedelai di Indonesia. Gudang yang diperiksa adalah gudang yang terdaftar Kemendag dan Kementan.

Apabila ditemukan adanya penimbunan atau praktik kecurangan yang dilakukan importir kedelai, maka Polri tidak segan melakukan penegakan hukum. Polri berharap kelangakaan kedelai ini bisa segera diatasi. Dengan begitu, harga komoditas bahan makanan bisa stabil kembali.

"Melakukan penyelidikan terhadap dugaan penimbunan yang mengakibatkan stok langka dan permainan harga oleh spekulan," pungkas Argo.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore