Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 29 Agustus 2023 | 21.38 WIB

Polisi Ungkap Peran Kakak Ipar Praka Riswandi Manik dalam Kasus Pembunuhan Imam Masykur

Praka Riswandi Manik. - Image

Praka Riswandi Manik.

JawaPos.com - Polda Metro Jaya ikut menangkap Zulhadi Satria Saputra, kakak ipar Praka Riswandi Manik (RM). Zulhadi Satria Saputra diduga ikut berperan dalam kasus penculikan dan pembunuhan Imam Masykur, yakni sebagai sopir saat penculikan.

"Yang bersangkutan berperan sebagai driver kendaraan pada saat perbuatan pidana terjadi," kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi kepada wartawan, Selasa (29/8).

Selain kakak ipar Praka RM, polisi juga menangkap dua orang lainnya. Keduanya berperan sebagai penadah hasil kejahatan Praka RM dan kawan-kawan. "Total 3 orang sipil ditahan Polda Metro Jaya terkait kasus ini," jelas Hengki.

Sebagaimana diketahui, Imam Masykur, 25, warga Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Aceh, dilaporkan meninggal dunia. Dia menjadi korban penculikan sejumlah oknum militer.

Hal itu diungkap di media sosial (medsos) X akun @Aceh. Dalam unggahan itu disebut bahwa oknum tersebut terdiri atas 3 orang TNI, yaitu 1 anggota Paspampres dan 2 orang lagi anggota TNI.

Berdasar informasi dari akun tersebut, kejadian bermula saat korban dilaporkan menghilang dan diduga diculik pada 12 Agustus di kawasan Rempoa, Ciputat Timur, Tangerang Selatan.

Setelah itu, keluarga korban mengaku masih menerima telepon dari Imam Masykur. Saat itu korban mengaku sedang dianiaya Praka Riswandi Manik. Praka Riswandi Manik dan dua rekannya mengirimkan kepada keluarga korban video penyiksaan yang akhirnya saat ini viral di media sosial.

Video pertama memperlihatkan korban dipukul berulang kali di bagian punggung menggunakan benda tumpul. Saat yang bersamaan pelaku mengancam pihak keluarga untuk segera mentransfer uang tebusan Rp 50 juta. Pelaku tersebut juga mengatakan apabila uangnya tidak segera dikirimkan, korban akan dihabisi kemudian dibuang ke sungai.

Di video lain terlihat punggung korban yang sudah dipenuhi luka lebam dan berdarah. Korban juga diketahui menelepon temannya guna meminta bantuan agar dapat meminjamkan sejumlah uang sesuai permintaan pelaku. Dia mengaku sudah tidak kuat disiksa lagi.

Setelah itu, korban tidak dapat dihubungi dan tidak kunjung pulang ke rumah. Akhirnya pihak keluarga yang diwakili Said Sulaiman melaporkan kejadian tersebut ke Polda Metro Jaya pada 14 Agustus.

Namun setelah berhari-hari tidak ada kabar dari korban, baru pada 24 Agustus pihak keluarga korban mendatangi RSPAD Jakarta Pusat guna menjemput Imam Masykur yang telah meninggal.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore