
Mahasiswi Universitas Esa Unggul, Tri Ari Yani Puspa Ningrum alias Arum semasa hidup.
JawaPos.com - Kasus pembunuhan mahasiswi Universitas Esa Unggul, Tri Ari Yani Puspo Arum, 22, masih diselimuti misteri. Sudah 3 tahun lebih, polisi masih belum bisa mengungkap pelaku pembunuhan tersebut. Disisi lain, orang tua korban masih berharap kasus ini dapat terungkap.
Sebelumnya, Arum sapaan korban, ditemukan tak bernyawa sekitar pukul 07.00 WIB pada Senin (9/1/2017). Ia tergeletak bersimbah darah di dalam kamar kontrakan yang terletak di Jalan H Asmat, Ujung, Perumahan Kebon Jeruk Baru, Jakarta Barat. Mahasiswi S1 Universitas Esa Unggul ini meninggal dengan dua lubang menganga di lehernya.
Saat dikonfirmasi terkait kasus yang sudah 3 tahun mangkrak, Kanit Krimum Polrestro Jakarta Barat Iptu Dimitri Mahendra mengatakan hingga saat ini kasus tersebut masih dalam proses lidik. Ia sendiri tidak menjelaskan secara detail upaya yang dilakukan Polrestro Jakarta Barat dalam mengungkap kasus ini. "Masih di lidik ya," kata Dimitri, Senin (18/5).
Dimitri mengakui hingga saat ini pihaknya belum menemui titik terang terkait kasus tersebut. Meski demikian, ia tetap optimis kasus ini akan terungkap. "Belum (ada titik terang) masih kumpulkan data-data. (Optimis) Iya keungkap. Mudah-mudahan ya," terangnya.
Perlu diketahui saat peristiwa itu terjadi, jabatan Polres Metro Jakarta Barat dipimpin oleh Kombes Pol Roycke Harry Langie dengan Kasat Reskrim AKBP Andi Adnan. Seiring berjalannya waktu, pimpinan di jajaran Polres Metro Jakarta Barat pun terus berganti. Dimana jabatan Kapolres Metro Jakarta Barat digantikan oleh perwira baru yakni Kombes Pol Hengki Haryadi.
Diawal kepemimpinannya, Kombes Pol Hengki mengatakan dengan tegas didepan awak media bahwa pihaknya sudah membentuk satgas khusus untuk mengungkap kasus kematian Arum. Bahkan pihaknya telah melakukan evaluasi terkait barang bukti dan mengadakan analisis serta evaluasi penyelidikan untuk menemukan barang bukti baru.
Selain itu, pihaknya juga kembali melakukan gelar perkara dan memeriksa saksi-saksi. "Kami sudah buat satuan tugas khusus yang concern terhadap pengungkapan kasus ini," kata Hengki didepan awak media, saat itu.
Mirisnya, steatmen yang dikeluarkan oleh Kombes Pol Hengki Hariyadi tidak membuahkan hasil. Sebab, hingga akhir jabatannya sebagai Kapolres Jakarta Barat, kasus pembunuhan mahasiswi Esa Unggul masih belum terungkap bahkan masih lidik. Sedangkan pengganti Hengki yakni Kombes Pol Audie S Latuheru masih belum memberikan keterangan saat ditanya terkait kasua tersebut.
Disisi lain, Kasim Efendi orang tua korban mengaku tidak lagi menerima kabar dari pihak kepolisian terkait kasus yang menimpa putrinya. Bahkan ia masih berusaha mendatangi Polsek Kebon Jeruk untuk menanyakan perkembangan kasus tersebut. Sebab, ia masih berharap kasus ini dapat terungkap.
"Sampai saat ini si belum ada kabar apa-apa dari kepolisian. Sebelum bulan puasa kemarin saya ke Polsek Kebon Jeruk, tapi ngga ketemu (penyidiknya). Saya si masih berharap kasus ini bisa terungkap," ucapnya.
Kasim juga mempertanyakan apakah kasus putrinya tersebut maaih berlanjut atau sudah ditutup? Apabila sudah ditutup seharusnya ada pemberitahuan dari pihak kepolisian. Namun, apabila kasus berlanjut, pihaknya meminta adanya perkembangan ungkap kasus tersebut. "Apa kasusnya sudah ditutup ya? Tapi kalau ditutup harusnya keluarga dikasih tau. Ini malah ngga ada kabar sama sekali, udah 3 tahun lebih padahal," katanya.
Meski sudah mengikhlaskan kepergian putrinya, namun Kasim masih kerap teringat sosok putrinya itu. Terlebih saat bulan Ramadhan seperti ini. Kasim menceritakan, saat bulan Ramadhan almarhumah putrinya selalu berada di rumah. Setiap sore Arum selalu keluar rumah untuk berbagi takjil dan membantu ibunya memasak.
"(Bulan Ramadhan) Ya dirumah, kalau sore suka bagi takjil, bantuin mamanya masak. Dulu kalau membahas gajian selalu ingat ke anak yatim, dia suka berbagi," kenang Kasim. Karena kebaikan putrinya itu, Kasim kerap merindukan putrinya. "Ya jelas rindu, makanya sekarang sebisa saya sama istri, saya menahan rindur," pungkasnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=yzFL_FIfIhA
https://www.youtube.com/watch?v=IcFjZuDgpOk
https://www.youtube.com/watch?v=A9T_JUrKV68

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
