
Photo
JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan tim penyelidik lembaga antirasuah sempat diamankan warga dan dibawa ke Mapolsek Sukowono, Jember, Jawa Timur beberapa waktu lalu. Padahal saat itu, tim penyelidik hendak melakukan penyelidikan tertutup terkait adanya tindak pidana korupsi berupa suap di wilayah tersebut.
"KPK saat itu tengah menjalankan tugas menindaklanjuti informasi masyarakat terkait dugaan adanya tindak pidana korupsi suap," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (4/3) malam.
Ali memyampaikan, petugas di lapangan memang mengalami dinamika saat hendak melakukan penyelidikan adanya dugaan suap. Namun, langsung mendapat bantuan dari Polres Jember untuk diselesaikan.
"Kemudian bisa diselesaikan dengan baik oleh Pak Kapolres sehingga selesai dan kemudian melanjutkan kegiatan selanjutnya," ucap Ali.
Juru bicara KPK berlatar belakang Jaksa ini memastikan, proses penyelidikan adanya dugaan tindak pidana korupsi berupa suap di wilayah Jember tetap dilanjutkan. Namun, Ali enggan membeberkan secara rinci soal dugaan perkara tersebut.
"Kami sampaikan dan tegaskan bahwa penyelidikan dari kegiatan tersebut masih tetap berlanjut sampai sekarang ini. Namun tentunya kepada teman-teman ini kami tidak bisa menyampaikan secara detail terkait kegiatan penyelidikan apa, karena ini masih berjalan dan bagian dari informasi yang belum bisa kami sampaikan," tukasnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron membenarkan jika tim penyelidik KPK sempat ditahan aparat kepolisian beberapa hari lalu. Hal ini terjadi lantaran warga Desa Sukowono, Jember, mengira tim penyelidik KPK tersebut penculik. Atas kecurigaan tersebut, warga kemudian mengamankan dan membawa tim lembaga antirasuah ke Polsek Sukowono, Jember.
“Jadi sesungguhnya biasa kesalahpahaman, karena kami pada saat melaksanakan penyelidikan, kan ada dua model, model tertutup dan model yang terbuka. Pada saat mengadakan penyelidikan dengan sistem tertutup itu kan langsung turun ke masyarakat, yang menjadi target untuk mengumpulkan bukti dan keterangan,” kata Ghufron di Jakarta, Rabu (4/3).
Ghufron menyampaikan, saat melakukan penyelidikan pegawai KPK yang turun ke Jember tidak menunjukkan identitas. Karena memang penyelidikan itu dilakukan secara tertutup.
“Pada saat itu memang ya, namanya menggunakan sistem tertutup petugas kami tidak menunjukkan identitas sebagai KPK. Karena memang silence,” ujar Ghufron.
Setelah diamankan warga dan dibawa ke pihak kepolisian, kata Ghufron, tim penyelidik KPK menjelaskan bahwa tindakan tim lembaga antirasuah merupakan bagian dari upaya pemberantasan korupsi. Ghufron membantah bahwa tim KPK mendapat pengeroyokan.
“Ya memang sempat di bawa ke Mapolsek, namun tidak ada pengeroyokan, tidak ada apa-apa, tim kami tidak ada yang mengalami apa-apa,” klaim Ghufron.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
