JawaPos.com - Altafasalya Ardnika Basya, pelaku pembunuhan Muhammad Naufal Zidan yang merupakan mahasiswa Sastra Rusia Universitas Indonesia, mengungkapkan motif pembunuhannya yakni akibat terjerat pinjaman online dan merugi investasi kripto.
Altafasalya mengaku sudah menemui jalan buntu sehingga terpaksa membunuh juniornya agar dapat menguasai harta benda korban dan menjualnya untuk melunasi hutang. "Saya sudah hopeless, saya sudah nggak nemu jalan yang terang untuk menyelesaikan masalah saya sendiri. Saya coba berbagai cara, terakhir ini," katanya di Polres Metro Depok, Jawa Barat, Sabtu (5/8).
Pengakuan Altafasalya kemudian menjadi gunjingan warganet terutama di aplikasi X. Akun X dengan nama @dibulanmaret membuat sebuah thread yang secara khusus membahas topik tentang Altafasalya.
"Pelaku merupakan mahasiswa angkatan 20 yang sudah memiliki pengalaman kerja yang cukup lama, salah satunya di Carraterra. Perusahaan desain dan konstruksi, yang mana salah satu pemiliknya adalah ibu dari pelaku. Ayah pelaku memiliki hobi mendaki gunung dan motovlog," tulis akun tersebut sembari memperlihatkan bukti tangkapan layar dari aplikasi LinkedIn dan video yang berisikan informasi mengenai perusahaan Carraterra Design and Construction.
Unggahan tersebut sontak mendapat aksi beragam dari pengguna lainnya. "Anak orkay spoiled brat (anak manja) ngebunuh pake dalih ini itu, pinjol lah, karna iri lah. Intinya mah karna 'egois' aja sih, egonya tergores liat juniornya lebih berprestasi. Udah dasarnya emang problematik. Kebiasaan apa-apa diturutin, anak mami," tulis akun
@nitabaladewa.
"Dia dipenjara berarti orang tuanya lepas tangan sama kelakuan anaknya," tulis akun @kangebadut yang juga turut berkomentar. Salah satu akun warganet menimpali komentar tersebut dengan mengatakan justru hal yang bagus jika orang tua pelaku tidak ikut campur sehingga proses hukum yang sesuai dapat terus dilanjutkan agar pelaku dapat menanggung konsekuensi yang setimpal dengan perbuatannya.
Salah satu pengguna akun X bernama @erhaemef mengaku pelaku pembunuhan merupakan temannya. "Kelilit utang katanya, pas akhir Juni sempet DM temenku tiba-tiba juga padahal lama nggak kontakan. Udah pasti mau pinjem duit juga," tulisnya.
Dalam pengakuannya, Altafasalya juga mengungkapkan bahwa ia sempat belajar cara membunuh orang melalui YouTube. Akibat pembunuhan keji tersebut, duka mendalam harus dirasakan oleh kedua orang tua almarhum Muhammad Naufal Zidan. Mereka mengaku ikhlas atas kepergian anaknya, namun tetap meminta pelaku dihukum dengan hukuman yang setimpal.
“Saya berharap, pelakunya harus mati karena anak saya sudah tidak ada nyawanya, pelakunya juga harus tidak ada nyawanya. Itu baru adil, bagi saya seperti itu,” ucap Sohibi Arif selaku ayah dari almarhum.