Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 6 Agustus 2023 | 00.02 WIB

Keseharian Muhammad Naufal Zidan Mahasiswa UI yang Dibunuh Senior, Penampilannya Nyentrik dan Suka Menyapa

Muhammad Naufal Zidan (MNZ) mahasiswa UI yang dibunuh oleh seniornya, Altafasalya Ardnika Basya. - Image

Muhammad Naufal Zidan (MNZ) mahasiswa UI yang dibunuh oleh seniornya, Altafasalya Ardnika Basya.

JawaPos.com - Hidup mahasiswa Fakultas Sastra Rusia Universitas Indonesia (UI) Muhammad Naufal Zidan berakhir tragis di tangan seniornya, Altafasalya Ardnika Basya. Dia dibunuh secara sadis dengan ditusuk 10 kali di bagian dada.

Kesehariannya, Zidan sebenarnya bukan anak tertutup. Dia bahkan dalam kesehariannya biasa berdandan nyentrik. "Nyentrik dia orangnya," kata Ismail, keluarga pemilik kos tempat Zidan tinggal saat ditemui di Jalan Palakali, Kukusan, Depok, Sabtu (5/8).

Ismail tak bisa menjelaskan lebih detail mengenai penampilan nyentrik tersebut. Baginya penampilan Zidan cukup modis seperti anak muda masa kini.

Selain itu, Ismail juga mengaku kerap berpapasan dengan Zidan. Dia biasa menyapa walaupun singkat. Kalau untuk mengenal memang tidak, hanya bertemu sesekali.

"Suka menyapa," kata Ismail.

Sebelumnya, peristiwa pembunuhan menimpa mahasiswa Fakultas Sastra Rusia Universitas Indonesia (UI) berinisial MNZ, 19. Dia ditemukan tewas di dalam kosannya di wilayah Kukusan, Beji, Kota Depok.

Wakasatreskrim Polres Metro Kota Depok AKP Nirwan Pohan mengatakan, kasus ini dilaporkan ke Polres pada Jumat (4/8) pukul 10.00 WIB. Mayat ditemukan dalam kondisi mengenaskan terbungkus plastik sampah dua lapis.

"Mayat terbungkus dalam plastik warna hitam, di bawah kolong tempat tidur. Dalam kamar itu berantakan, tapi terlihat sempat dibersihkan," kata Nirwan di Polres Metro Depok, Jawa Barat, Jumat (4/8).

Setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), penyidik meminta keterangan sejumlah saksi. Hasil penyelidikan membuahkan hasil dengan menangkap pelaku berinisial AAB, 23, dalam waktu 3 jam.

Pelaku diketahui senior korban di kampus. "Adik kelas satu jurusan di Fakultas Sastra Rusia, korban adik kelas pelaku dan memang berteman saling mengenal," imbuh Nirwan.

Berdasarkan pemeriksaan, korban diduga tewas pada Rabu (2/8). Saat itu, korban tidak bisa dihubungi oleh keluarganya. Kemudian keluarga mengirim orang untuk mengecek korban di kosannya. Saat pintu dibuka, korban ditemukan tak bernyawa di dalam kantong plastik di kolong tempat tidur.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan atau Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan beencana dan atau Pasal 351 ayat (5) KUHP. Pelaku terancam hukuman maksimal pidana mati.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore