
Ilustrasi: Peserta seleksi CPNS
JawaPos.com - Ombudsman RI menerima sebanyak 1.054 laporan maladministrasi dari masyarakat terkait pelaksanaan seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2018. Hal tersebut disampaikan oleh Komisioner Ombudsman RI Laode Ida.
Dia mengatakan, laporan yang diterimanya dari masyarakat dilaporkan melalui kantor pusat dan perwakilan Ombudsman yang tersebar di seluruh Indonesia.
"Sebagian besar laporan yang disampaikan ke Ombudsman sudah disampaikan para pelamar kepada instansi penyelenggara, namun belum memperoleh penyelesaian," ungkap Laode dalam konferensi pers di Gedung Ombudsman, Jakarta, Senin (3/12).
Menurutnya, hal tersebut bisa saja terjadi karena belum maksimalnya kinerja pengaduan internal di masing-masing instansi terkait. "Dan ketiadaan mekanisme menyampaikan keberatan atau sanggah pada situs web SSCN (Sistem Seleksi CPNS Nasional) sehingga para pelamar tidak dapat terlayani dengan baik," imbuhnya.
Lebih lanjut, Laode memaparkan, masalah yang paling banyak dilaporkan oleh masyarakat yakni berkaitan dengan tahapan seleksi administrasi.
Adapun, rinciannya, sebanyak 949 laporan terkait hal tersebut salah satunya menyangkut masalah pengiriman berkas fisik ke instansi yang dilamar peserta seleksi.
"Padahal hal ini tidak perlu dilakukan karena telah menggunakan sistem online melalui situs web SSCN," tukasnya.
Selain itu, ada juga temuan Ombudsman mengenai permasalahan instansi penyelenggara yang tidak menyebutkan persyaratan secara spesifik dan jelas.
Laode menjelaskan, salah satunya ada pada formasi penghulu pertama di Kementerian Agama (Kemenag). Pihak tersebut, hanya mencantumkan kualifikasi jenjang pendidikan Strata-1 tanpa menyebutkan formasi itu dikhususkan untuk peserta laki-laki.
"Masalah lainnya di tahap administrasi, tidak jelasnya penentuan istilah rumpun keilmuan, sehingga peserta yang seharusnya memenuhi syarat sesuai formasi yang dibutuhkan menjadi tidak diloloskan," jelasnya.
"Ombudsman juga menerima laporan atas ketidaksiapan sarana dan prasarana untuk tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) berbasis computer assisted test (CAT)," pungkasnya.
Atas dasar persoalan-persoalan itu, Laode berharap seluruh pihak terkait yang terlibat dalam seleksi CPNS 2018 ini untuk segera melakukan perbaikan-perbaikan ke depannya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
