Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 29 November 2015 | 12.46 WIB

Bela Anak Buah Tembak Demonstran, Ini Alasan Kapolri

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti - Image

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti

JawaPos.com - Kapolri Jenderal Badrodin Haiti membenarkan sikap tegas anak buahnya untuk melepaskan tembakan ke kerumunan demonstran yang menolak keberadaan tambang emas milik PT BS di Banyuwangi, Surabaya, Jawa Timur.



Badrodin memastikan, perusahaan tambang itu sudah memiliki izin resmi sehingga tidak perlu dipermasalahkan.



"Penambangan itu kan sudah ada izinya, resmi. Tentunya kalau masyarakatnya sudah setuju tentu harus melakukan cara-cara yang tidak melakukan kekerasan," kata Badrodin.



Ia mengimbau kepada para warga di sekitar lokasi tambang untuk tidak berbuat anarkis bila menolak perusahaan tersebut melakukan aktivitas penambangan. Bila perlu, sambung Badrodi, para warga menempuh jalur hukum bilamana aktivitas penambangan dinilai merugikan.



"Nah kalau melakukan kekerasan tentu ya polisi harus melindungi. Harus menjaga, jangan sampai ada yang dirusak. Kan mesti harus bertindak tegas, tidak bisa itu hukum harus dibiarkan begitu saja. Siapa yang melanggar hukum harus ditindak," ucapnya.



Sebelumnya, polisi memilih melepaskan tembakan ke kerumunan demonstran yang menolak keberadaan tambang emas milik PT BS.



Dua orang mengalami luka tembak dan dirawat di rumah sakit setempat. Ini alasan polisi melepaskan timah panas ke arah para pendemo.



"Di sini masyarakat harusnya sadar hukum, bukan dengan cara kekerasan. Sehingga itulah yang membuat kami bertindak tegas. Bukan kami membela PT BS karena secara hukum sudah benar mereka. Ini memiliki izin berdiri," kata Kapolda Jawa Timur Irjen Anton Setiadji di Surabaya, Kamis 26 November 2015 kemarin.



Menurut mantan Kapolda Sulawesi Selatan ini, PT BS sudah memiliki izin berdiri atau mengelola tambang. Izin tersebut diterbitkan pemerintah daerah setempat.



"Jangan masyarakat justru mengklaim dan di sini pemerintah daerah juga harus bantu terkait masalah ini kenapa bisa ada izin," ujar Anton.



Bentrok warga dengan aparat pecah Rabu, 25 November 2015 setelah warga tidak puas dalam pertemuan dengan pemerintah setempat. Warga menuntut tambang PT BS ditutup.

 

Setelah sempat berhenti, bentrok warga kembali pecah sekitar pukul 20.00 WIB. Ratusan warga kembali menyerang perkantoran PT BS. Massa membakar alat berat, tempat penampungan solar, dan sejumlah bangunan perkantoran. (elf/JPG)

Editor: afni
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore