
Bekas Menteri Kesehatan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) I Siti Fadilah Supari.
JawaPos.Com - Menteri kesehatan periode 2004-2009, Siti Fadilah Supari menyatakan bahwa dirinya tak pernah berhubungan dengan bekas anak buahnya, Mulya A. Hasjmy dalam proyek pengadaan alat kesehatan untuk menangani wabah flu burung tahun 2006. Menurut Siti, dirinya hanya sebatas memutuskan kebijakan penunjukan langsung. Namun, ia tidak memutuskan penunjukan atas perusahaan yang jadi rekanan Departemen Kesehatan.
Siti yang dihadirkan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (9/9) sebagai saksi pada persidangan atas Hasjmy menyatakan, proyek alkes flu burung merupakan upaya pemerintah untuk bertindak cepat. Sebab, wabah flu burung kala itu semakin meluas.
Dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu lantas menceritakan, dirinya pada 2006 diperintahkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menangani wabah flu burung yang kian meluas Indonesia. Keputusan pemerintah adalah membuat 44 pos rumah sakit untuk menangani pasien flu burung.
Setelah itu, Siti mengumpulkan semua stafnya di Kemenkes dalam rapat pimpinan terbatas (rapimtas) untuk membahas perintah SBY. Selanjutnya, Siti meminta Syafii Ahmad selaku sekretaris jenderal Kemenkes kala itu untuk mengajukan draf perusahaan penyedia alat kesehatan.
Siti lantas menandatangani daftar nama perusahaan penyedia alkes flu burung. "Kemudian saya berikan ke sekjen, dikaji di kepala keuangan dan baru dibuat draf ke saya dan saya tanda tangan kalau sudah ada paraf dari sekjen. Saya hanya setujui prosedurnya," ujarnya.
Namun, Siti menegaskan bahwa dirinya tak pernah bertemu Hasjmy. Sebab, Hasjmy masih eselon II sehingga tak punya akses langsung ke menteri.
"Harus melalui eselon satu baru mengusulkan ke saya. Pak Syafii Ahmad adalah sekjen, eselon satu!" kata dia.
Seperti diketahui, Hasjmy didakwa bersama-sama Siti melakukan tindak pidana korupsi kegiatan pengadaan alkes penanganan wabah flu burung tahun anggaran 2006. Bekas sekretaris Direktorat Jenderal Pelayanan Medik Kemenkes itu diduga telah kongalikong untuk menunjuk PT Bhinneka Usada Raya (BUR) sebagai rekanan dalam pekerjaan pengadaan alkes flu burung.(put/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
