
Nadia Mulya dan ibunya, Anne Mulya dalam peluncuran buku Sejumlah Tanya Melawan Lupa karya M Misbakhun di Jakarta, Rabu (19/8).
JawaPos.Com - Model yang juga presenter, Nadia Mulya muncul di tengah-tengah politikus di sebuah hotel di kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (19/8). Putri terpidana korupsi bailout Bank Century, Budi Mulya itu memang diundang hadir pada peluncuran buku berjudul Sejumlah Tanya Melawan Lupa karya M Misbakhun.
Dalam acara itu Nadia menyampaikan testimoni tentang kasus Bank Century yang akhirnya mengantar ayahnya ke penjara. Hadir di acara itu antara lain sejumlah politikus DPR yang getol mengungkap kasus Bank Century. Ada Misbakhun, Bambang Soesatyo, Akbar Faizal dan sejumlah tamu undangan lainnya.
Nadia menuturkan, ayahnya adalah figur jujur yang telah mengabdi lama di Bank Indonesia. Bahkan sebelum Nadia lahir, Budi sudah menjadi pegawai di bank sentral itu. Tugasnya dari dulu memang menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Nadia menuturkan, suatu ketika ayahnya pulang kerja dengan wajah pucat sembari berkata akan ada masalah besar. Ternyata Budi terjerat kasus Bank Century. ”Masalah itu yang menjadi pintu masuk masalah yang begitu besar," ujarnya.
Sebagai putri satu-satunya Budi Mulya, Nadia tidak pernah menyangka ayahnya bakal menjalani masa tua di penjara. Ketika jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut Budi dengan hukuman 17 tahun penjara, Nadia meradang. Menurutnya, tuntutan hukuman yang berat itu sebagai bentuk kejahatan.
"Iblis mana yang membisikkan angka 17 tahun? Itu kejahatan absolut," tegasnya dengan wajah nyinyir.
Penderitaan keluarga Budi Mulya tak hanya itu. Suatu ketika adik Nadia, Benny Mulya dirawat di rumah sakit, sementara ayahnya berada dalam tahanan KPK. Adik Nadia itu akhirnya meninggal dunia. "Kami di rumah sakit, saya tidak bisa mengatakan apa-apa," ucapnya miris.
Pengadilan akhirnya menjatuhkan hukuman 15 tahun penjara ke Budi karena dianggap terbukti korupsi dalam penetapan Bank Century sebagai bank gagal yang harus dikucuri fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) dari Bank Indonesia. Kini, pria kelahiran Bogor, 29 Juli 1954 itu menjadi warga binaan di LP Sukamiskin, Bandung.
Sejauh ini Budi menjadi satu-satunya terhukum dalam kasus itu. Padahal dalam dakwaan disebutkan bahwa Budi melakukan korupsi bersama-sama pihak lain.
Namun, Nadia meyakini ayahnya tidak bersalah dalam kasus tersebut. Sebab, ia percaya bahwa ayahnya hanya menjadi korban. "Kami meyakini kebenaran akan terkuak," tegas presenter itu.
Karenanya dia berharap agar kasus yang menimpa ayahnya itu benar-benar diperhatikan para anggota DPR, agar skandal Bank Century bisa benar-benar diusut tuntas. "Saya berharap tidak hanya berhenti di bapak saya saja," tandasnya dengan penuh emosi yang tertahan.(dna/JPG)

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
