Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 7 Juli 2017 | 21.33 WIB

7 Aksi Heroik Polisi dan TNI yang Selamatkan Nyawa Masyarakat

Mayor Tunggul Waluyo usai menerima penghargaan dari Polrestabes Surabaya. - Image

Mayor Tunggul Waluyo usai menerima penghargaan dari Polrestabes Surabaya.

JawaPos.com - Nama Mayor Tunggul Waluyo menjadi buah bibir, pasca dirinya menembak mati tiga kawanan pencuri yang menyatroni rumahnya, Rabu dini hari (5/7). Banyak yang menganggap peristiwa itu adalah aksi heroik. Keberanian itu bukan yang kali pertama dilakukan seorang aparat saat menghadapi situasi genting.


Sebelum Tunggul, ada beberapa aparat yang pernah melakukan aksi berani yang banyak dipuji. Baik polisi, maupun tentara, tindakan tegas yang mereka lakukan memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat. JawaPos.com mencatat ada 7 aksi heroik para aparat.


1. AKBP Untung Sangaji
Nama AKBP Untung Sangaji sempat melambung atas keberaniaannya melawan serangan teroris Sarinah, Jakarta, Januari 2016 lalu. Kala itu, bersama Dirreskrimum Polda Metro Jaya yang dijabat Kombes Krishna Murti, Untung terlibat baku tembak dengan pelaku teror.


Dalam sebuah video yang beredar viral, Perwira Polair Mabes Polri itu berlindung di balik  mobil dan menembaki pelaku pengeboman di Menara Cakrawala, Thamrin.


2. Kompol I Dewa Nyoman Sudiantara
Kompol I Dewa Nyoman Sudiantara, Kasi Turjawali Subdit Gasum Dirsabhara Polda Bali. Pada Juni 2017 lalu, Nyoman mampu melumpuhkan residivis spesialis perampokan vila seorang diri. Instingnya sebagai petugas muncul saat melihat pelaku hendak melarikan diri dengan memanjat tembok. Melihat hal itu, Nyoman langsung berlari lantas menarik kaki pelaku dan melumpuhkannya.


3. AKP Agung Pribadi
Sebelum tindakan tegas Mayor Tunggul, publik Kota Pahlawan juga pernah ramai memperbincangkan baku tembak polisi dengan kawanan pencuri L300. Agustus tahun lalu, pelaku yang diduga sebagai Abdul Aziz (pelaku yang ditembak mati Tunggul sudah dideteksi gerak-geriknya oleh polisi.


Aziz bersama salah seorang rekannya, mencuri mobil L 300, lantas berniat melarikannya ke Madura lewat jembatan Suramadu. Unit Resmob yang dipimpin AKP Agung Pribadi, sudah menghadang Aziz di gerbang masuk Suramadu.


Saat melewatinya, mobil L 300 yang dikemudikan Aziz nekat menerobos blokade polisi. Baku tembak pun terjadi. Polisi terus menembaki mobil tersebut, namun mobil tetap melenggang.


Hingga akhirnya di Suramadu sisi Bangkalan, ban mobil tersebut berhasil ditembak. Mobil berhenti, namun Aziz tetap memberikan perlawanan. Agung Pribadi yang saat itu menjadi Kanit Resmob terkena peluru air soft gun Aziz di bagian perut. Meski polisi berhasil menembak kaki salah seorang pelaku, keduanya masih tetap bisa kabur dengan menghadang motor warga yang kebetulan lewat di jalan pedesaan, sisi Barat tol Suramadu.

4. Aiptu Sunaryanto
Keberanian petugas tidak hanya ditunjukkan para perwira, namun juga bintara. Aiptu Sunaryanto pernah melakukannya ketika menembak seorang penyandera penumpang angkot April lalu.


Kala itu, pelaku meminta sopir angkot memberhentikan kendaraannya di Buaran, Jakarta Timur. Penyandera kemudian menodongkan pisau ke leher penumpang perempuan yang menggendong anaknya.


Aiptu Sunaryanto, sudah mencoba bernegosiasi dengan pelaku. Namun, pelaku makin menjadi-jadi. Akhirnya, Sunaryanto meletupkan senjatanya hingga mengenai tangan pelaku. Lantaran aksi heroiknya itu, Kapolri memberikan penghargaan dan Sunaryanto bisa melanjutkan sekolah ahli golongan.


5. AKP Arman
Selain menghadapi penjahat, ada pula polisi yang bersikap heroik menolong warga. Seperti yang dilakukan Kasatlantas Polres Purwakarta AKP Arman saat menolong perempuan melahirkan di tol Cipali. Dengan sigap, Arman membantu proses kelahiran yang jauh dari rumah sakit. Setelah bayi itu lahir, dia cepat-cepat membawanya ke rumah sakit.


6. Sertu Wahyu Fajar Dwiyana
Tidak hanya polisi yang pernah melawan komplotan penjahat. Anggota TNI, selain Mayor Tunggul, juga ada yang pernah melakukan aksi heroik. Di Sumedang, Sertu Wahyu Fajar Dwiyana pernah melawan delapan preman yang mencoba mengeroyok pengendara motor. Tujuh orang preman itu akhirnya lari kocar-kacir dan satu diantaranya tumbang. Peristiwa tersebut terjadi Mei 2017.


7. Pratu M. Thoyib Azizi
Di Gorontalo, Pratu M. Thoyib Azizi juga pernah melumpuhkan perampok dua tahun silam. Kala itu, perampok merebut pistol revolver milik anggota Polresta Gorontalo Brigadir Syarif.


Akibatnya, Syarif tewas diberondong peluru. Thoyib mampu melumpuhkan perampok bersenjata itu walau dengan tangan kosong. Atas prestasinya itu, Thoyib menerima Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) dari Panglima TNI.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore