
Ilustrasi
JawaPos.com - Polsek Kebayoran Lama dikejutkan dengan penemuan sebuah bendera yang mirip Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Bendera itu terpasang tepat di depan kantor Polsek tersebut pada Selasa (4/7) pagi.
Menanggapi adanya hal itu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian meminta kepada masyarakat jangan mengkonotasikan dari ISIS. Karena bisa saja itu hanyalah oknum yang ingin membuat kisruh saja.
"Jadi jangan berpikir dahulu ini serangan teror. Belum tentu bisa jadi dari pihak ketiga yang suka kalau rame-rame (membuat gaduh suasana)," ujar Tito usai melepas kepergian Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk kunjungan kerja ke Turki, di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (5/7).
Mengenai adanya secarik kertas yang isinya mengancam Polri, TNI, Densus 88, Banser dan Ansor. Mantan Kapolda Metro Jaya itu menegaskan, siapapun bisa bisa membuat surat seperti itu. Oleh sebab itu masyarakat tidak perlu panik atapun takut.
"Jadi eggak perlu panik biasa-biasa saja, yang jelas serahkan saja ke pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan," pungkasnya.
Sebelumnya, Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Selatan, Kompol Alam Nur mengatakan, bendera tersebut diduga dipasang oleh seorang pengendara motor. Bendera itu pertama kali ditemukan pada saat beberapa anggota polisi sekitar pukil 05.30 WIB.
Bendera berwarna hitam yang diduga ISIS itu diketahui berukuruan 100x50 centimeter, dan terpasang di pagar depan Polsek Kebayoran lama. Selain itu polisi juga menemukan pesan bernada ancaman pada secarik kertas karton berwarna kuning.
Berikut ini bunyi pesan tersebut.
"Wahai para Ansor Thogut Polri, TNI, Banser, Densus, dan para antek-antek laknatulloh, bertobatlah kalian dari jalan yang menyesatkan itu. Berhentilah kalian menyembah dan melindungi berhala yang kalian banggakan, yang kalian sebut dengan nama Pancasila najis itu, yang telah menggantikan hukum Allah dengan hukum jahiliyah yang telah kalian buat."
"Sadarlah kalian sesungguhnya kalian berperang di barisan Thogut, dan kami berperang di barisan iman (QS An Nisa:76). Berhentilah kalian menyebut dan memfitnah kami sebagai teroris, bahwa pada dasarnya kalianlah teroris sebenarnya, karena kalian telah membunuh dan menangkap umat muslim serta ulama-ulama kami (Para Muwahidin) yang mempelajari dan mengamalkan tauhid yang dibawa dan diajarkan oleh Rosul kami Muhammad Salallahu Alaihi Wasallam."
"Dan ketahuilah, kami akan terus meneror kalian sebagai mana kalian meneror kami (para muwahidin), dan kami akan memburu kalian sebagaimana kalian memburu saudara seiman kami di Poso."
"Ketahuilah, perang telah dimulai, akan kami buat Jakarta ini seperti Marawi. Akan kami gulingkan hukum jahiliyah serta berhala Pancasila yang kalian banggakan, dan akan kami tinggikan hukum Allah yang mana adil dan sempurna (QS Al Maidah:50) di atas pedang-pedang kami. Khilafah Islamiyah Ala Minhajin Nubuwah akan segera tegak ditanah air ini Insya Allah Biidznillah.".(cr2/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
