
Penyidik Senior KPK, Novel Baswedan (mengenakan peci putih) ketika akan melaksanakan salat subuh di masjid kompleks perumahannya beberapa waktu lalu.
JawaPos.com - Presiden Joko Widodo menyerahkan sepenuhnya kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mengungkap siapa pelaku penyerangan terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan. Hingga 600 hari pascaiperistiwa tersebut, Polri belum juga membongkar siapa pelakunya.
"Saya sudah mendapatkan laporan mengenai progres perkembangan dari Kapolri yang sudah bekerjasama dengan KPK, Kompolnas, Ombudsman, dan Komnas HAM," kata Jokowi usai menghadiri acara 'Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia)' di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (4/12).
Meski banyak desakan agar Jokowi menindak tegas pelaku penyerangan Novel, namun mantan Gubernur DKI Jakarta itu meminta menanyakan langsung kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian.
"Tanyakan langsung ke Kapolri," tegasnya.
Bahkan soal rencana pembentukan tim gabungan pencari fakta (TGPF) untuk mengungkap kasus Novel, Jokowi pun enggan menjawabnya. "Belum menyampaikan seperti ini ke saya ya, silahkan ke Kapolri," tukasnya.
Sebelumnya, penyidik senior KPK Novel Baswedan disiram air keras pada 11 April 2017 setelah menunaikan salat subuh di masjid dekat rumahnya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Meski elemen masyarakat sudah meminta kepada Jokowi untuk tegas menyelesaikan kasus Novel. Namun sampai saat ini aparat penegak hukum belum berhasil menangkap pelaku.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
