
Deputi Pencegahan KPK Pahala Nainggolan bersama Direktur BPJS TK Agus Susanto, di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (23/2)
JawaPos.com - BPJS Ketenagakerjaan meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendampingi operasional direksi dalam mengelola dana yang mencapai Rp 320 triliun. Pengelolaan dana tersebut memerlukan pengawalan yang serius untuk menciptakan tata kelola yang baik.
"Tercatat 45 juta peserta dengan jumlah peserta aktif 26,5 juta. Tentunya ini perlu pengawalan yang serius agar tata kelola di BPJS Ketenagakerjaan benar-benar lebih baik dan kredibel. Oleh karena itu kami datang ke sini untuk melakukan kerja sama, koordinasi dalam rangka menciptakan tata kelola yang (good) governance," ungkap Direktur BPJS TK Agus Susanto, di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (23/2)
Kerja sama yang berbentuk nota kesepahaman (Memorandum of Understanding) antara BPJS TK dengan KPK dilakukan untuk mempermudah BPJS TK dalam meminta pendapat tentang kebijakan yang akan diambil, untuk mendukung pelaksanaan tugas kelembagaan secara kredibel dan akuntabel.
"Jadi tentunya pendampingan sesuai dengan ketentuan. Jadi supaya kami bekerja bisa tenang, bahwa ini benar. Apa yang kami lakukan sesuai dengan tatanan dan ketentuan yang ada. Jadi tidak ada keragu-raguan bagi jajaran direksi untuk melaksanakan tugas di BPJS Ketenagakerjaan," imbuh Agus.
Terkait kerjasama ini menurut Deputi Pencegahan KPK Pahala Nainggolan, telah disepakati oleh KPK guna mengawal BPJS TK menghadapi berbagai intervensi.
"BPJS TK ingin juga bermitra dengan KPK atau didampingi untuk menghadapi intervensi dari dalam atau luar, karena pengelolaan dana Rp 320 triliun ini yang terbesar di Indonesia dan model-model BPJS ini salah satunya. Jadi kita pikir buat KPK ini sebagai cara strategis pelayanan publik," kata Pahala Nainggolan.
Pahala mengatakan, jajaran direksi baru di BPJS TK sudah melakukan review semua arahan investasi. Beberapa tindakan juga sudah dilakukan sebagai tindak lanjut, misalnya dengan menghemat biaya transaksi.
"Misalnya tadi saya disampaikan oleh BPJS TK bahwa sudah ada sekitar Rp 300 miliar biaya transaksi, karena investasi ini kan harus lewat sekuritas, harus lewat manajerial investasi. Direksi baru bernegosiasi keras, dan hasilnya Rp 300 miliar bisa dihemat," papar Pahala.
Namun dengan keputusan penghematan itu, rupanya menurut Pahala, tidak semua pihak berbahagia. Pihak ini yang disebutnya sedang dicari KPK. Tapi Pahala tidak mengungkap siapa pihak yang disasarnya.
"Kita tentunya bahagia karena semakin besar keuntungan atau surplus BPJS TK, tapi banyak pihak tidak bahagia. Itu salah satu contoh. Kita lagi cari siapa itu. Dan kita bilang bagaimana kalau ke depan ini terus terganggu dengan orang-orang yang tidak bahagia," tutupnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
