
Perwira tinggi Polri saat sertijab beberapa waktu lalu
JawaPos.com - Institusi Polri mengakui ceroboh dalam menyimpulkan dalam kasus penyerangan terhadap simbol agama. Baik terhadap kiai, ulama, rumah ibadah, dan pendeta. Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto pun meminta maaf atas kecerobohan kesimpulan kasus itu. Namun demikian permintaan maaf jenderal bintang tidak tiga itu tidak bisa serta merta menghilangkan kegelisahan di tengah masyarakat.
Atas hal itu, Ketua Presidium Indonesia Police watch (IPW) Neta S Pane meminta institusi seragam coklat itu untuk memberi sanksi kepada pejabat yang mengeluarkan pernyataan bahwa pelaku penyerangan terhadap simbol agama tersebut.
"Kenapa polisi secepat itu menyimpulkan? Apakah polisi tidak mau repot-repot mengusutnya hingga mengambil jalan pintas dengan menyebutkan para pelakunya adalah orang gila?" ujar Neta S Pane kepada JawaPos.com, Kamis (22/2).
Neta mengapresiasi sikap kesatria dari Komjen Ari Dono Sukmanto yang sudah menyatakan permintaan maaf. Atas pengakuan itu membuat publik menilai kasus penyerangan terhadap ulama itu kejahatan murni.
Di sisi lain, pernyataan Kabareskrim itu membuat pihak intelijen yang melakukan investigasi terpaksa menghentikan kegiatannya. "Tapi akibat pernyataan bahwa pelakunya adalah orang gila, pihak-pihak tertentu di kalangan intelijen dan keamanan menganggap kasusnya selesai dan tidak perlu diusut. Jika memang orang gila, tentu tidak ada masalah," sebut dia.
"Artinya permintaan maaf saja tidak cukup," imbuhnya.
Neta mendesak, polisi yang pertama kali menyebutkan pelaku adalah orang gila harus ditindak, agar kasus yang membingungkan publik itu tidak terjadi lagi. "Dikenakan sanksi atau teguran agar lain waktu tidak sembarangan bicara karena bisa menimbulkan kekacauan," pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
