
Menko PMK Pratikno bersama jajaran menteri dan kepala lembaga negara konferensi pers terkait penyintas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki. (Zalzilatul Hikmia/Jawa Pos)
JawaPos.com – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyatakan, pemerintah tengah mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi penyintas erupsi Gunung Lewotobi Laki Laki. Meski, jumlah pengungsi terpusat telah mengalami penurunan.
Pratikno menegaskan, pelayanan terhadap pengungsi harus dilakukan dengan baik. Oleh karena itu, dibutuhkan adanya huntara segera. Terlebih, saat ini sudah memasuki musim hujan.
"Dan juga nanti ada liburan Natal. Jadi kita akan mempercepat, BNPB akan segera melakukan hunian sementara,” tuturnya usai pimpin Rapat Tingkat Menteri (RTM) Percepatan Penanganan Bencana Erupsi Gunung Lewotobi dan Konflik Sosial di Flores Timur, di Kantor Kemenko PMK, kemarin (20/11).
Di saat yang sama, lanjut dia, akan dilakukan pula relokasi mandiri, renovasi rumah, dan penyiapan untuk hunian tetap (huntap). Untuk lokasi relokasi ini, Kementerian ATR, Kementerian Lingkungan, Kementerian Kehutanan, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten sudah mengidentifikasi lokasi mana yang akan dibangun untuk hunian tetap.
Menurut dia, warga sudah sepakat meski nantinya tidak bisa terkonsolidasi dari satu tempat. “Itu sudah diidentifikasi, akan kita perdalam lebih lanjut administrasinya. Sudah dibahas dengan warga juga,” paparnya.
Jumlah pengungsi yang terpusat saat ini sudah mengalami penurunan. Tercatat, ada sekitar 5.117 jiwa pengungsi yang berada di posko. Sedangkan, pengungsi mandiri yang bergabung ke sanak keluarga di sekitar situ justru kian banyak. Pengungsi mandiri mencapai 6.417 jiwa.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menambahkan, dari catatan sementara, jumlah yang harus direlokasi sebanyak 2.209 kepala keluarga. Jumlah ini terbagi dua, yakni relokasi terpusat, di mana huntapnya dibangun oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), dan relokasi mandiri. “Jadi masyarakat mungkin mempunyai lahan sendiri, minta ke kampung tetangga, kampung saudaranya, itu masih didata,” jelasnya.
Namun, dia memastikan, yang relokasi mandiri tidak banyak. Dari 776 KK yang ditanya, hanya 10 persen yang minta relokasi mandiri. “Yang lainnya mau relokasi terpusat, seperti itu,” sambungnya.
Saat ini sendiri, aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki masih berlangsung. Akan tetapi, tidak ada gejala peningkatan. Selain itu, radius untuk daerah keamanan juga sudah dikurangi.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
