Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 31 Agustus 2018 | 12.50 WIB

Pacarnya Kabur Usai Indehoy, Wangi Lapor ke Polisi

ILUSTRASI. Wangi melaporkan kekasihnya yang kabur ke polisi agar mau bertanggung jawab atas perbuatan yang mereka lakukan. - Image

ILUSTRASI. Wangi melaporkan kekasihnya yang kabur ke polisi agar mau bertanggung jawab atas perbuatan yang mereka lakukan.

JawaPos.com - Jodoh, rezeki, dan maut semua atas kehendak Yang Maha Kuasa. Siapa sangka, Wangi (bukan nama sebenarnya), pelajar di salah satu sekolah menengah kejuruan (SMK) negeri di Samarinda memenjarakan Febry Try Ariyanto (21).


Febry tak lain adalah pria yang bertahun-tahun jadi kekasih Wangi. Kamis (30/8), pemuda tersebut diringkus polisi di kediamannya, Jalan Sepakat, Gang Amal, Kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran.


Perbuatan tak senonoh Febry, terkuak setelah curahan hati (curhat) Wangi kepada ibunya. "Saya merasa dia menjauh," ujar Wangi saat dimintai keterangan penyidik unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Samarinda dikutip dari Kaltim Post (Jawa Pos Group), Jumat (31/8).


Perempuan dengan rambut lurus sebahu itu menuturkan, semua perlakuan yang diterimanya adalah kehendak pelaku. Aksi tersebut dilakukan di kediaman Febry.


Saat rumahnya tengah sepi tak berpenghuni. Wangi merasa dikhianati kekasihnya. "Saya juga tiba ngerasa jadi enggak baik buat saya," sambungnya.


Wangi berucap, sebelum hubungan laiknya suami-istri terjadi, dia dijanjikan bakal dinikahi. "Saya bilang setelah lulus sekolah saja. Tapi dia seperti orang tidak mau," terangnya.


Beberapa hari sebelum melaporkan ke polisi, Wangi berusaha mencari keberadaan kekasihnya tersebut. Namun, Febry seolah menghindar.


Ketika diperiksa petugas, Febry membantah semua penjelasan kekasihnya tersebut. "Saya ini siap tanggung jawab," ujarnya.


Pemuda yang kerja sebagai teknisi servis mesin pendingin ruangan (AC) itu mengakui, perbuatannya atas dasar suka sama suka. Pemuda kurus dengan rambut ikal itu juga berdalih jika memaksa Wangi.


"Seingat saya tiga kali, dan semua terjadi di rumah saya," ungkapnya.


Febry merasa, keterangan kekasihnya itu seperti direkayasa. Ka
nit PPA Satreskrim Polresta Samarinda Ipda Bunga Tri Yulitasari menjelaskan, perbuatan keduanya tentu sudah melanggar, baik hukum maupun norma agama.


"Bukan mau menyalahkan orangtua, tapi bagaimana seharusnya mengawasi perkembangan anak," ujar Polwan kelahiran Surabaya tersebut.


Dari catatan kepolisian, hampir rata-rata korban pencabulan terbujuk rayu pelaku. "Ngomong mau diajak nikah, diiming-imingi uang, harta, dan lainnya," sebut polwan balok satu tersebut.


Perwira kelahiran 12 Juli 1993 itu menegaskan, gaya bergaul remaja saat ini sudah bergeser. "Ayo sama-sama peduli dengan masa depan anak bangsa," ajaknya.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore