
Ilustrasi: petugas keamanan bandara melayani penumpang sebelum masuk ruang tunggu.
JawaPos.com - Temuan sabu-sabu di saku belakang celana AKBP Hartono yang transit di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) setelah terbang dari Bandara Juanda ikut menyeret pihak keamanan Juanda. Barang bukti yang ditemukan petugas di Cengkareng dari saku celana mantan Wadir Narkoba Polda Kalbar itu ditengarai dibawa Hartono dari Surabaya. Pihak keamanan Angkasa Pura (AP) I yang diduga kecolongan memercayakan penanganan perkara itu kepada kepolisian.
"Beri waktu rekan-rekan propam di Mabes Polri untuk bekerja," ujar Wakil Presiden Keamanan Bandara Kantor Pusat AP I Dony Subardono tadi malam (30/7), saat rapim di Hotel JW Marriott Surabaya.
Dia menolak berspekulasi karena pengelola Bandara Juanda dan Soetta berbeda. Juanda merupakan satu di antara 13 bandara di sebagian wilayah tengah dan timur Indonesia yang dikelola AP I. Sedangkan Bandara Soetta berada di bawah kendali AP II.
Menurut mantan kepala Seksi Security Checkpoint (SCP) Bandara Juanda itu, banyak kemungkinan mengenai asal sabu-sabu di saku Hartono. Tersangka ketahuan membawa barang terlarang tersebut saat melewati SCP di Bandara Soetta.
Banyak akses terbuka setelah pelaku turun dari pesawat pertama sebelum melewati pemeriksaan untuk keberangkatan transit. Dony berharap ada rekaman perjalanan dari CCTV di Bandara Soetta maupun Juanda sebagai bukti untuk memperkuat dugaan tersebut.
Pejabat yang besar di Purworejo, Jateng, itu memastikan bahwa standar pengamanan di area keberangkatan Bandara Juanda sangat ketat. Keamanan di terminal domestik maupun internasional tidak mudah dibobol penyelundup barang terlarang. Dia memastikan bahwa peralatan keamanan bandara memenuhi standar. Di antaranya, walk through metal detector dan X-ray yang selalu dikontrol secara berkala. "Taruhannya kalau ada yang meloloskan bom bukan hanya Juanda atau AP I. Nama Indonesia juga," lanjut Dony.
Sementara itu, General Manager AP I Juanda Heru Prasetyo selaku tuan rumah rapim bersama Dirut AP I Faik Fahmi belum dapat dikonfirmasi seputar dugaan tersebut. Mantan komandan Komando Latih Pusat Penerbangan TNI-AL itu hanya merespons singkat, "Ini rapim." Posisi kepala Departemen Pengamanan AP I Juanda masih lowong setelah pejabat sebelumnya, Letkol Laut (P) Sukirman, purnatugas akhir Juni 2018.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
