JawaPos Radar

AKBP Hartono Bawa Sabu Bandara Juanda, Keamanan AP I Dipertanyakan

31/07/2018, 08:31 WIB | Editor: Ilham Safutra
AKBP Hartono Bawa Sabu Bandara Juanda, Keamanan AP I Dipertanyakan
Ilustrasi: petugas keamanan bandara melayani penumpang sebelum masuk ruang tunggu. (FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS)
Share this

JawaPos.com - Temuan sabu-sabu di saku belakang celana AKBP Hartono yang transit di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) setelah terbang dari Bandara Juanda ikut menyeret pihak keamanan Juanda. Barang bukti yang ditemukan petugas di Cengkareng dari saku celana mantan Wadir Narkoba Polda Kalbar itu ditengarai dibawa Hartono dari Surabaya. Pihak keamanan Angkasa Pura (AP) I yang diduga kecolongan memercayakan penanganan perkara itu kepada kepolisian.

"Beri waktu rekan-rekan propam di Mabes Polri untuk bekerja," ujar Wakil Presiden Keamanan Bandara Kantor Pusat AP I Dony Subardono tadi malam (30/7), saat rapim di Hotel JW Marriott Surabaya.

Dia menolak berspekulasi karena pengelola Bandara Juanda dan Soetta berbeda. Juanda merupakan satu di antara 13 bandara di sebagian wilayah tengah dan timur Indonesia yang dikelola AP I. Sedangkan Bandara Soetta berada di bawah kendali AP II.

AKBP Hartono Bawa Sabu Bandara Juanda, Keamanan AP I Dipertanyakan
Ilustrasi: petugas keamanan melakukan pengawasan terhadap kendaraan yang melintas di area bandara. (FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS)

Menurut mantan kepala Seksi Security Checkpoint (SCP) Bandara Juanda itu, banyak kemungkinan mengenai asal sabu-sabu di saku Hartono. Tersangka ketahuan membawa barang terlarang tersebut saat melewati SCP di Bandara Soetta.

Banyak akses terbuka setelah pelaku turun dari pesawat pertama sebelum melewati pemeriksaan untuk keberangkatan transit. Dony berharap ada rekaman perjalanan dari CCTV di Bandara Soetta maupun Juanda sebagai bukti untuk memperkuat dugaan tersebut.

Pejabat yang besar di Purworejo, Jateng, itu memastikan bahwa standar pengamanan di area keberangkatan Bandara Juanda sangat ketat. Keamanan di terminal domestik maupun internasional tidak mudah dibobol penyelundup barang terlarang. Dia memastikan bahwa peralatan keamanan bandara memenuhi standar. Di antaranya, walk through metal detector dan X-ray yang selalu dikontrol secara berkala. "Taruhannya kalau ada yang meloloskan bom bukan hanya Juanda atau AP I. Nama Indonesia juga," lanjut Dony.

Sementara itu, General Manager AP I Juanda Heru Prasetyo selaku tuan rumah rapim bersama Dirut AP I Faik Fahmi belum dapat dikonfirmasi seputar dugaan tersebut. Mantan komandan Komando Latih Pusat Penerbangan TNI-AL itu hanya merespons singkat, "Ini rapim." Posisi kepala Departemen Pengamanan AP I Juanda masih lowong setelah pejabat sebelumnya, Letkol Laut (P) Sukirman, purnatugas akhir Juni 2018. 

(sep/c11/ami)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up