Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 31 Januari 2019 | 03.59 WIB

Boyke: Kampanye Kreatif Lahirkan Pemilih Cerdas

Politikus Golkar, Boyke Febrian menyebut kampanye kreatif akan melahirkan pemilih cerdas. - Image

Politikus Golkar, Boyke Febrian menyebut kampanye kreatif akan melahirkan pemilih cerdas.

JawaPos.com - Pemilu 2019 menjadi penentu siapa saja yang layak mendapatkan kursi di pemerintahan. Para calon wakil rakyat berlomba-lomba meyakinkan masyarakat untuk memilihnya.


Mereka menggunakan berbagai cara guna meraih simpati pemilih. Politikus Golkar, Boyke Febrian memilih menggunakan kampanye kreatif.


Menurutnya, kampanye kreatif adalah kampanye yang baik. Namun bukan berarti kampanye yang bagus dilihat atau unik, karena di dalamnya bukan sekedar menyampaikan janji atau visi misi saja.


"Terdapat sebuah manfaat yang bisa dibagikan sehingga masyarakat bisa mendapatkan tambahan ilmu dan wawasan yang bertambahan di kemudian hari," kata Boyke sebagaimana dilansir RMOL Jabar (Jawa Pos Grup), Rabu (30/1).

Menurutnya, masyarakat tidak membutuhkan beraneka ragam janji. Tapi babagaimana mensejahterakan masyarakat dengan sebuah gagasan baru.


"Ada banyak cara yang bisa kita berikan kepada masyarakat agar bisa lebih kreatif dalam visi misi caleg-caleg berkampanye sesuai dengan background profesi yang dimiliki," jelas Boyke.

Dia lantas mencontohkan latarnya yang notabene seorang pengusaha. Dia mengarahkan sebuah kampanye kreatif agar masyarakat terutama ibu-ibu, untuk memiliki usaha guna menyambung kebutuhan hidup dengan berjualan donat.


"Karena saya berkecimpung dalam usaha tersebut, sehingga kedepannya masyarakat bisa memiliki usaha berjualan sendiri," paparnya.


Untuk mencerdaskan masyarakat, kata dia, ada banyak hal yang bisa dilakukan. Setiap kampanye yang dilakukanya, dirinya selalu menyematkan unsur edukasi.


Baginya menyejahterakan masyarakat dengan ide baru dalam masa kampanye, lebih baik dibandingkan hanya sekedar memberikan uang atau menawarkan janji-janji untuk mensejahterakan masyarakat saja.


"Menurut saya, kampanye kreatif adalah inovasi, saya membiayainya dengan prinsip hanya memberi tak harap kembali. Sehingga memaknai tersebut dengan niat wakaf saja," jelas dia.


"Lalu dengan kampanye ini sangat jauh dari potensi korupsi dikemudian hari, yang ada malah sebuah pengabdian untuk mencerdaskan bangsa," pungkas Boyke.

Editor: Imam Solehudin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore