Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 31 Desember 2018 | 16.15 WIB

Tarik Ulur Wagub DKI yang Tak Berujung, PKS-Gerindra Masih Berebut

Kursi wakil gubernur DKI Jakarta hingga saat ini masih kosong - Image

Kursi wakil gubernur DKI Jakarta hingga saat ini masih kosong

JawaPos.com - Sandiaga Uno telah meninggalkan jabatannya sebagai wakil gubernur DKI Jakarta untuk maju sebagai calon wakil presiden, sejak 10 Agustus lalu. Langkah Sandi itu, membuat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan harus memimpin Jakarta sendirian.


Sandi menyerahkan surat pernyataan pengunduran diri dari jabatannya terhitung pada 9 Agustus 2018 langsung kepada Anies di ruang kerjanya. Keesokan harinya, Sandi pun membacakan pernyataan pengunduran dirinya di Gedung DPRD DKI Jakarta.


“Dengan pencalonan saya sebagai calon wapres 2019-2024. Saya lampirkan juga surat pengantar kepada gubernur dan saya mohon kebijakan bapak gubernur untuk menindaklanjuti permohonan saya ini sesuai dengan ketentuan peraturan undang undangan yang berlaku,” kata Sandi, 10 Agustus lalu.


Dua Partai Pengusung Berebut Jatah Kursi


Melihat hal tersebut, akhirnya dua partai pengusung Anies-Sandi yaitu PKS dan Gerindra harus mendiskusikan nama calon pengganti Sandi. Namun ternyata penentuan nama bukanlah hal yang mudah karena kedua partai sempat bersikeras akan menurunkan calon dari masing-masing partai.


Dari sisi partai Gerindra sempat memajukan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik sebagai nama yang diusulkan sebagai calon wakil Gubernur (cawagub). Namun PKS memanas dan menyatakan Gerindra tidak tahu diri. Sebab, sudah seharusnya posisi tersebut ditempati oleh PKS.


Sekretaris Fraksi PKS DPRD DKI Achmad Yani melihat PKS sudah banyak mengalah dan berkorban bagi Gerindra maka sudah seharusnya jatah tersebut ada untuk PKS. Namun, Taufik bersikeras tidak mengindahkan hal tersebut.


Melihat perdebatan ini, Anies meminta kedua partai tenang dalam menentukan nama Cawagub. Anies meminta siapapun calonnya diharapkan bisa satu visi dengannya, tidak membawa visi sendiri.


“Siapapun calonnya, saya percaya kalau sudah di fase ini, mereka semua orang-orang berpengalaman. Mereka semua orang-orang yang biasa bekerja sama, biasa berkarya. Insya Allah bisa (bekerja sama). Ini bukan seperti remaja yang kenalan terus cocok-cocokan,” tutur Anies.


“Kalau kita bekerja profesional, orientasinya pada kerja, pada karya, maka siapapun nggak masalah. There is no room for personal feeling, ini adalah professional delivery,” tambah Anies.


Jatah untuk PKS


Mendapatkan amanah tersebut kedua partai pengusung pun akhirnya mengadakan pertemuan di Kantor DPD Gerindra, Jakarta Pusat, Senin (5/11). Pertemuan kedua partai pun diadakan tertutup selama 40 menit yang setelahnya dilanjutkan konferensi pers.


Ketua DPW PKS DKI Jakarta Shakir Purnomo didampingi Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta M Taufik menyatakan bahwa hasilnya tetap sama dengan ketetapan awal. Walaupun, terlihat wajah Taufik tampak kaku.


"Hasil tadi ya kami menyepakati bahwa kursi itu (wagub DKI) dimandatkan kepada PKS," tegas Shakir di kantor DPD Gerindra DKI, Jakarta Pusat, 5 November.


Gerindra dan PKS mulai menemui kata sepakat bahwa Cawagub akan resmi diambil dari kader PKS. Namun, Gerindra memberikan syarat bahwa cawagub DKI akan menghadapi fit and proper test.

Editor: Erna Martiyanti
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore