Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 28 Januari 2020 | 04.09 WIB

Pemprov Sumbar Klaim Kunjungan Turis Tiongkok Program Pemerintah Pusat

Suasana Jam Gadang Bukittinggi, Jumat (30/6). (Dedi Yondra/Dok. JawaPos.com) - Image

Suasana Jam Gadang Bukittinggi, Jumat (30/6). (Dedi Yondra/Dok. JawaPos.com)

JawaPos.com - Turis Tiongkok yang berwisata ke Sumatera Barat (Sumbar) mendapat respons negatif dari masyarakat setempat. Pasalnya, negara asal turis itu tengah dilanda wabah virus korona. Publik khawatir mereka terpapar virus bernama 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV) itu.

Parahnya lagi, kedatangan para turis tersebut pada Minggu (26/1) disambut pula Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. Kepala Biro Humas Setdaprov Sumbar Jasman Rizal pun angkat bicara terkait reaksi publik terkait kehadiran turis asal Kota Kunming tersebut di Ranah Minang. Jasman mengklaim kedatangan turis Tiongkok itu merupakan bagian dari program pemerintah pusat.

"Pemprov Sumbar membantu memfasilitasi kedatangan tamu tersebut," ujar Jasman dalam keterangan persnya, Senin (27/1).

Lebih jauh mantan kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Solok itu mengaku, terkait sambutan dari Gubernur Sumbar Irwan Prayitno hanyalah sebuah kebetulan.

"Pesawat pembawa turis dari Tiongkok delay dan bersamaan kedatangannya dengan landingnya Gubernur Sumbar dari Jakarta. Melihat adanya rombongan datang, secara naluriah Gubernur mendatangi mereka dan langsung didaulat untuk memberikan sambutan. Gubernur tidak ada jadwal melakukan penyambutan secara resmi," kata eks kepala Satpol PP Kota Solok itu.

Terkait reaksi masyarakat, kata Jasman, Pemprov Sumbar sangat berterima kasih karena sudah merespons adanya virus korona.

Maka dari itu, untuk gelombang kedatangan turis Tiongkok selanjutnya sudah dibatalkan. Penundaan itu berlaku hingga situasi kondusif. Sedangkan untuk yang sedang berada di Sumbar, agensi tengah mempercepat kunjungan turis Tiongkok tersebut.

Sementara itu, Ketua ASITA Sumbar Ian Hanafiah menyebut, kedatangan wisatawan asal Tiongkok ke Sumbar pada saat merebaknya wabah virus korona adalah musibah. "Musibah bagi pariwisata Sumbar," ujar Ian kepada JawaPos.com, Senin (27/1).

Musibah yang dimaksud, Pemprov Sumbar tengah berupaya menjual sektor pariwisata ke mancanegara. Ketika "jualan" itu mendapat respons, tiba-tiba muncul fenomena virus korona. Virus yang berasal dari Wuhan, Tiongkok.

"Semoga turis Tiongkok itu tidak memberikan citra negatif untuk pariwisata di Sumbar. Kita berharap di lain waktu mereka datang lagi dalam kondisi yang lebih baik," tandas Ian.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore