
Sejumlah pengungsi saat berjemur untuk meningkatkan imun di tengah pandemi Covid-19 di lapangan TPPS Desa Klakah, Kecamatan Selo, Kabupaten Boayolali, Kamis (26/11). Bambang Dwi Marwoto/Antara
JawaPos.com–Jumlah pengungsi di lereng Gunung Merapi yang dievakuasi di tempat penampungan pengungsian sementara (TPPS) di Balai Desa Klakah, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (26/11), bertambah menjadi 368 orang. Mereka merupakan warga kelompok rentan.
Menurut Sekretaris Desa Klakah Arif Yuwono jumlah pengungsi di TPPS Desa Klakah pada Rabu (25/11) malam bertambah sebanyak 102 orang asal Dukuh Sumber. Sehingga, kini jumlah totalnya menjadi 368 orang.
”Jumlah pengungsi tambah 102 orang dari Dukuh Sumber. Sebelumnya dari Dukuh Bakalan ada 266 orang,” kata Arif Yuwono seperti dilansir dari Antara, Kamis (26/11).
Arif menjelaskan, warga Sumber minta dievakuasi karena khawatir setelah mendengar suara gemuruh yang sering terjadi dari puncak Merapi. Warga kemudian meminta dievakuasi ke TPPS Balai Desa Klakah, pada Rabu (25/11), sekitar pukul 20.00 WIB. ”Warga khawatir dengan suara gemuruh cukup keras yang terdengar dari Dukuh Sumber, sehingga mereka minta dievakuasi ke bawah yang lebih aman,” kata Arif.
Arif mengatakan, TPPS Balai Desa Klakah sudah menyiapkan 67 kamar. Jika setiap kamar diisi 5 orang sudah bisa menampung sekitar 300-an orang. Jika masih kurang bisa ditempatkan di gedung SD Negeri 1 Klakah. Jadi TPPS masih bisa menampung warga yang mengungsi.
Pada evakuasi warga Sumber, kata dia, melibatkan banyak relawan baik dari TNI/Polri, pemda, dan PMI dari Dukuh Sumber menuju ke TPPS balai desa setempat. Pihaknya selalu menerapkan protokol kesehatan di lokasi pengungsian. Yang tidak memakai masker diberikan masker, disediakan tempat cuci tangan dengan sabun, dan selalu menjaga jarak, serta tidak boleh ada kerumunan.
Menyinggung soal ketersediaan logistik dengan bertambahnya pengungsi, kata Arif, tidak ada kendala. Sebab, stok logistik masih mencukupi hingga beberapa hari ke depan. ”Dapur umum untuk pengungsi, diurus ibu-ibu PKK Desa Klakah. Anggota PKK setiap hari ada yang bertugas di dapur umum melayani pengungsi,” terang Arif.
Kepala Desa Jrakah Tumar mengatakan, jumlah pengungsi di TPPS Desa Jrakah total ada 257 orang. Mereka warga rentan yakni lansia sebanyak 61 orang, Balita (63), disabilitas (5), anak-anak (31), dewasa (66), ibu hamil (3), dan ibu menyusui (19).
”Jumlah pengungsi di Desa Jrakah Selo, jari Dukuh Sepi dan Kajor totalnya 257 orang. Soal logistik cukup dan semuanya kondisi sehat,” kata Tumar.
Satgas Covid-19 Desa Jrakah selalu mengawasi dan menerapkan protokol kesehatan dengan jaga jarak, memakai masker, dan menghindari kerumunan. Setiap sudut juga disediakan tempat cuci tangan dengan sabun.
Komandan Koramil Selo Kapten Inf. Tony Hidayanto menambahkan, sukarelawan telah melakukan evakuasi sebanyak 102 orang dari Dukuh Sumber, Desa Klakah, ke TPPS, pada Rabu (25/11) malam. ”Kami mengerahkan 6 unit mobil, terdiri atas empat unit jenis pikap dan dua unit mobil ambulans untuk mengevakuasi warga,” kata Tony.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=qrFmWIYEwvQ

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
