Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 26 November 2020 | 23.12 WIB

Makin Sering Dengar Gemuruh Merapi, Warga Minta Dievakuasi

Sejumlah pengungsi saat berjemur untuk meningkatkan imun di tengah pandemi Covid-19 di lapangan TPPS Desa Klakah, Kecamatan Selo, Kabupaten Boayolali, Kamis (26/11). Bambang Dwi Marwoto/Antara - Image

Sejumlah pengungsi saat berjemur untuk meningkatkan imun di tengah pandemi Covid-19 di lapangan TPPS Desa Klakah, Kecamatan Selo, Kabupaten Boayolali, Kamis (26/11). Bambang Dwi Marwoto/Antara

JawaPos.com–Jumlah pengungsi di lereng Gunung Merapi yang dievakuasi di tempat penampungan pengungsian sementara (TPPS) di Balai Desa Klakah, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (26/11), bertambah menjadi 368 orang. Mereka merupakan warga kelompok rentan.

Menurut Sekretaris Desa Klakah Arif Yuwono jumlah pengungsi di TPPS Desa Klakah pada Rabu (25/11) malam bertambah sebanyak 102 orang asal Dukuh Sumber. Sehingga, kini jumlah totalnya menjadi 368 orang.

”Jumlah pengungsi tambah 102 orang dari Dukuh Sumber. Sebelumnya dari Dukuh Bakalan ada 266 orang,” kata Arif Yuwono seperti dilansir dari Antara, Kamis (26/11).

Arif menjelaskan, warga Sumber minta dievakuasi karena khawatir setelah mendengar suara gemuruh yang sering terjadi dari puncak Merapi. Warga kemudian meminta dievakuasi ke TPPS Balai Desa Klakah, pada Rabu (25/11), sekitar pukul 20.00 WIB. ”Warga khawatir dengan suara gemuruh cukup keras yang terdengar dari Dukuh Sumber, sehingga mereka minta dievakuasi ke bawah yang lebih aman,” kata Arif.

Arif mengatakan, TPPS Balai Desa Klakah sudah menyiapkan 67 kamar. Jika setiap kamar diisi 5 orang sudah bisa menampung sekitar 300-an orang. Jika masih kurang bisa ditempatkan di gedung SD Negeri 1 Klakah. Jadi TPPS masih bisa menampung warga yang mengungsi.

Pada evakuasi warga Sumber, kata dia, melibatkan banyak relawan baik dari TNI/Polri, pemda, dan PMI dari Dukuh Sumber menuju ke TPPS balai desa setempat. Pihaknya selalu menerapkan protokol kesehatan di lokasi pengungsian. Yang tidak memakai masker diberikan masker, disediakan tempat cuci tangan dengan sabun, dan selalu menjaga jarak, serta tidak boleh ada kerumunan.

Menyinggung soal ketersediaan logistik dengan bertambahnya pengungsi, kata Arif, tidak ada kendala. Sebab, stok logistik masih mencukupi hingga beberapa hari ke depan. ”Dapur umum untuk pengungsi, diurus ibu-ibu PKK Desa Klakah. Anggota PKK setiap hari ada yang bertugas di dapur umum melayani pengungsi,” terang Arif.

Kepala Desa Jrakah Tumar mengatakan, jumlah pengungsi di TPPS Desa Jrakah total ada 257 orang. Mereka warga rentan yakni lansia sebanyak 61 orang, Balita (63), disabilitas (5), anak-anak (31), dewasa (66), ibu hamil (3), dan ibu menyusui (19).

”Jumlah pengungsi di Desa Jrakah Selo, jari Dukuh Sepi dan Kajor totalnya 257 orang. Soal logistik cukup dan semuanya kondisi sehat,” kata Tumar.

Satgas Covid-19 Desa Jrakah selalu mengawasi dan menerapkan protokol kesehatan dengan jaga jarak, memakai masker, dan menghindari kerumunan. Setiap sudut juga disediakan tempat cuci tangan dengan sabun.

Komandan Koramil Selo Kapten Inf. Tony Hidayanto menambahkan, sukarelawan telah melakukan evakuasi sebanyak 102 orang dari Dukuh Sumber, Desa Klakah, ke TPPS, pada Rabu (25/11) malam. ”Kami mengerahkan 6 unit mobil, terdiri atas empat unit jenis pikap dan dua unit mobil ambulans untuk mengevakuasi warga,” kata Tony.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=qrFmWIYEwvQ

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore